Penjualan Petasan di Jakarta Anjlok Imbas Imbauan Gubernur

Omzet penjualan petasan di Jakarta pada momen pergantian tahun 2025 ke 2026 mengalami penurunan/Foto Fifi Abdurahman Omzet penjualan petasan di Jakarta pada momen pergantian tahun 2025 ke 2026 mengalami penurunan/Foto Fifi Abdurahman

Jakarta, GPriority.co.id – Omzet penjualan petasan di Jakarta pada momen pergantian tahun 2025 ke 2026 mengalami penurunan drastis. 

Penurunan ini diduga sebagai dampak dari imbauan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang melarang masyarakat menyalakan petasan pada malam pergantian tahun.

Salah satu pedagang petasan di Jakarta, Muhammad Ihrom (26), mengatakan bahwa penjualan petasan biasanya meningkat menjelang tahun baru. Namun, kondisi tersebut tidak terjadi tahun ini.

“Kalo saat ini pembelinya sepi bang. Beda sama tahun lalu, padahal biasanya di malam terakhir jelang tahun baru biasanya ramai yang beli,” kata Ihrom kepada wartawan, Rabu (31/12).

Dia menilai sepinya pembeli disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang melarang penggunaan petasan saat malam tahun baru.

“Menurut saya, gara-gara tidak dijinin sama Pemerintah soal petasan. Jadi jarang-jarang juga (pembelinya),” paparnya.

Meski terdampak secara ekonomi, Ihrom mengaku tetap mendukung kebijakan tersebut.

“Harapannya, udahlah emang itu udah keputusan Pemerintah mah, kita dukung jadi biarin aja lah. Pasrah aja,” tutur Ihrom.

Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meniadakan pesta kembang api pada perayaan Tahun Baru 2026. Selain itu, pihak swasta juga dilarang menggelar pertunjukan kembang api.

Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk keprihatinan terhadap bencana banjir dan longsor yang terjadi di Aceh dan Sumatra beberapa waktu lalu.

Meski demikian, Pemprov DKI Jakarta tidak secara tegas melarang masyarakat menyalakan kembang api, namun mengimbau agar kegiatan tersebut tidak dilakukan.