Jakarta, GPriority.co.id– PT Pertamina (Persero) dan PT Pindad (Persero) melakukan sinergi terkait Ketahanan Energi, Pertumbuhan Nasional dan Kemandirian Teknologi. Adapun kerja sama ini ini merupakan kerja sama manufaktur yang bertujuan meningkatkan produksi migas nasional.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan Presiden Prabowo Subianto berharap agar Indonesia sejajar dengan negara-negara maju, salah satu langkah yang dilakukan adalah memperbanyak industri-industri berbasis teknologi maju.
“Salah satu program kami untuk mengajak industri dapat terlibat di dalam riset dan inovasi. Karena saya yakin riset dan inovasi yang menjadi pondasi tumbuhnya industri yang lebih maju,” ujar Brian Yuliarto dikutip Rabu (12/3).
Sementara itu Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menambahkan kerja sama ini menjadi momen penting, sekaligus komitmen nyata antar BUMN untuk mencapai program Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam swasembada energi, serta peningkatan sumber daya manusia serta memperkuat industri nasional.
“Sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Pertamina dan Pindad memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung kemandirian serta ketahanan energi nasional melalui inovasi dan penguatan kapasitas industri dalam negeri,” ujar Simon.
Simon mengungkapkan ketersediaan energi yang handal, berdaya saing dan berkelanjutan, menjadi salah satu elemen kunci yang penting, untuk mencapai tujuan kemandirian energi. Adapun sinergi antara Pertamina dan Pindad menjadi esensial dalam meningkatkan efisiensi dan produksi migas nasional, serta mempercepat pengembangan teknologi dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan pada produk dan peralatan impor.
Melalui kerja sama ini, Pertamina dan Pindad tidak hanya fokus pada pengembangan teknologi dan inovasi, tetapi juga membangun ekosistem industri yang lebih tangguh dan mandiri di beberapa aspek strategis di antaranya pembangunan dan pengembangan Rig Merah Putih guna mendukung eksplorasi dan produksi yang lebih efisien.
Selain itu, pengembangan dan penyediaan peralatan pendukung produksi migas berbasis teknologi dalam negeri untuk meningkatkan efisiensi operasional, serta peningkatan kapabilitas dalam pemenuhan standar sertifikasi dan regulasi sektor migas. Selain itu, kedua BUMN ini dapat berkolaborasi dalam penelitian dan pengembangan teknologi pada sektor hulu dan hilir migas, serta energi baru dan terbarukan.
Simon menyebut kolaborasi ini akan berdampak nyata bagi industri energi Indonesia. Peningkatan produksi energi dalam negeri dan inovasi teknologi lokal akan menarik investasi, mendorong ekspansi manufaktur, dan meningkatkan daya saing global.
“Semua ini berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional dan visi Indonesia Emas 2045,” harapnya.
Direktur Utama Pindad, Sigit Puji Santosa menambahkan seluruh pihak berkolaborasi bersama dalam rangka mendukung program pemerintah bisa meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negerim sehingga bisa menjadi tuan rumah di negara sendiri.
“Selain itu, saya harapkan upaya ini bisa menggerakan efek ekonomi dan efek berganda (multiplier effect) yang cukup tinggi,” pungkasnya.
Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menambahkan sinergi ini mencerminkan BUMN melakukan berbagai inisiatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menumbuhkan perekonomian nasional, sesuai dengan target Pemerintah.
“Kami berharap melalui sinergi Pertamina – Pindad bidang manufaktur energi ini, akan memperkuat produksi energi, menumbuhkan investasi, industri, dan ketahanan nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” ucapnya.
Foto: Dok. Pertamina
