Jakarta, GPriority.co.id – Guna memberikan akses yang lebih mudah, PT KAI (Kereta Api Indonesia) menghadirkan kereta khusus petani dan pedagang. Layanan ini dirancang agar para petani dan pedagang dapat mendistribusikan hasil panen dan mengangkut barang tanpa repot.
Awalnya, layanan kereta khusus petani dan pedagang ini direncanakan pertama kali pada pertengahan 2024. Kemudian setelah diwujudkan, gerbong kereta pun dimodifikasi dengan akses yang lebih luas dan ruang kargo yang lebih besar.
Anne Purba selaku Vice President Public Relations PT KAI mengatakan bahwa gerbong ini akan memprioritaskan akses yang lebih mudah dan ruang kargo yang lebih luas. Kursi penumpang ditempatkan di sepanjang sisi sehingga bagian tengah dapat digunakan untuk menyimpan hasil panen atau barang, sebagaimana dilansir dari ANTARA pada Rabu (20/8).
“Dengan transportasi yang tepat, rantai pasokan akan lebih kuat, peluang bisnis lebih terbuka, dan aktivitas ekonomi regional lebih dinamis,” ungkap Anne.
Adapun proyek ini menggunakan kereta kelas bisnis dan ekonomi yang telah dimodifikasi dengan pintu yang lebih lebar, kursi yang lebih sedikit, serta sekat yang dihilangkan guna memudahkan petani dan pedagang mengangkut produk mereka dengan aman dan efisien.
“Untuk tempat duduk dipasang sejajar di sisi kiri dan kanan kereta, sehingga ruang tengah lapang untuk menempatkan hasil pertanian atau barang dagangan, sekaligus memudahkan pergerakan di dalam kereta,” ujar Anne.
Menurut laporan, uji coba statis layanan kereta untuk petani dan pedagang tersebut sudah dilakukan pada 14-15 Agustus 2025 lalu di UPT Balai Yasa Surabaya Gubeng, dan dilanjutkan dengan uji coba dinamis pada rute Surabaya Gubeng-Lamongan.
“KAI terus menghadirkan inovasi transportasi yang dekat dengan kebutuhan nyata masyarakat. Terobosan terbaru adalah pengembangan Kereta Penumpang Kelas Ekonomi (K3) khusus petani-pedagang yang saat ini tengah dimodifikasi di UPT Balai Yasa Surabaya Gubeng,” lapor Anne.
Tahap selanjutnya ialah sertifikasi dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), sebelum nantinya layanan kereta api ini resmi beroperasi. Kabarnya, peluncurannya akan bersamaan dengan ulang tahun KAI yang ke-80 pada 28 September mendatang, sebagai bagian dari upaya untuk memperluas transportasi yang lebih inklusif serta mendukung perekonomian lokal.
