Jakarta, GPriority.co.id – CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, mengungkapkan sebanyak 200 investor dari dalam dan luar negeri telah menunjukkan minat untuk berinvestasi dalam proyek pengolahan sampah menjadi energi atau waste-to-energy (WTE).
Hal ini disampaikan Rosan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/11).
Rosan menjelaskan, proyek WTE di tujuh daerah di Indonesia akan segera memasuki tahap penawaran atau bidding pada pekan depan. Proses ini akan dilakukan secara bertahap agar dapat menyesuaikan kesiapan dari berbagai pihak terkait.
“(Bidding) ini memang kita lakukan dalam beberapa batch (gelombang), karena dari kami kan menunggu kesiapan sesudah dilihat secara penuh oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan juga oleh Menko Pangan (Zulkifli Hasan). Jadi, (setelah proses itu rampung) kemudian baru diberikan kepada kami untuk bidding-nya, tendernya,” kata Rosan dilansir Antara.
Adapun tujuh daerah yang akan menjadi lokasi proyek tahap pertama yaitu DKI Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Bali, Bekasi, dan Tangerang.
“Tujuh daerah yang sudah disetujui, diberikan green light oleh Menko Pangan dan juga oleh (Kementerian) Lingkungan Hidup. […] Karena, dari tujuh itu memang ketersediaan lahannya sudah ada, ketersediaan sampahnya cukup, dari infrastruktur juga jalan, maupun air juga sudah ada. Jadi, itu bisa diproses lebih lanjut,” ujar Rosan.
Dalam kesempatan itu, Rosan juga mengikuti dua rapat terbatas bersama Presiden Prabowo, yakni rapat membahas hilirisasi lintas sektor dan Kampung Nelayan Merah Putih, serta rapat mengenai kinerja Kementerian Investasi dan Danantara.
Rosan menambahkan, pihaknya menargetkan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek pengolahan sampah menjadi energi di tujuh daerah tersebut dapat dilakukan pada Maret 2026.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program ini, Presiden Prabowo telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Baru Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.
