Jakarta, GPriority.co.id – Jus delima dikenal kaya antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Konsumsi minuman ini secara rutin disebut dapat membantu menjaga kesehatan jantung, mengatur tekanan darah, hingga mendukung pemulihan otot setelah berolahraga.
Buah delima mengandung berbagai senyawa aktif yang berperan penting dalam menjaga kesehatan. Dalam bentuk jus, kandungan antioksidan seperti polifenol dan nitrat di dalamnya dapat memberikan manfaat bagi sistem kardiovaskular serta proses pemulihan tubuh.
Menurut laporan Health pada Kamis (12/2) waktu setempat, jus delima yang kaya akan antioksidan seperti polifenol dan nitrat itu dapat membantu mengatur tekanan darah dan mendukung pemulihan setelah olahraga.
Para ahli umumnya merekomendasikan konsumsi jus delima secara rutin sebagai bagian dari pola makan sehat untuk mendukung kesehatan jantung.
“Untuk kesehatan jantung, jus delima bisa diminum kapan saja. Tetapi mengonsumsinya saat sarapan atau bersama makanan lain membantu penyerapan dan menjaga gula darah tetap stabil,” kata dokter penyakit dalam di OSF Healthcare, John Rinker, MD.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa manfaat jus delima terhadap tekanan darah tidak terjadi secara instan. Efeknya biasanya muncul secara bertahap setelah dikonsumsi secara rutin selama beberapa hari hingga beberapa minggu.
Dalam salah satu uji klinis, manfaat tersebut bahkan dilaporkan mencapai titik stabil setelah dua bulan konsumsi rutin.
Delima diketahui mengandung antioksidan kuat yang dapat membantu mengurangi stres oksidatif dan peradangan pada pembuluh arteri. Kondisi ini dapat membantu menurunkan tekanan darah sistolik secara ringan sekaligus mengurangi kekakuan arteri.
“Jus delima juga mengandung nitrat alami yang berkontribusi pada produksi oksida nitrat—faktor kunci dalam menjaga aliran darah yang sehat, sirkulasi, dan pengaturan tekanan darah,” kata ahli diet terdaftar Emily LaBombard, MPH, RDN, LDN.
Meski demikian, para ahli menekankan bahwa jus delima bukanlah pengganti obat untuk mengatasi tekanan darah tinggi.
Pasien yang memiliki riwayat hipertensi atau sedang mengonsumsi obat jantung, obat tekanan darah, maupun pengencer darah disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi jus delima secara rutin.
“Jus delima dapat sedikit meningkatkan efek obat tersebut pada sebagian orang,” ujar Rinker.
Selain mendukung kesehatan jantung, jus delima juga diketahui memiliki manfaat bagi pemulihan tubuh setelah aktivitas fisik.
“Jus delima telah diteliti pada atlet untuk membantu pemulihan otot setelah olahraga,” kata Deepak Vivek, MD, ahli jantung intervensi di Orlando Health Heart and Vascular Institute.
Saat berolahraga, tubuh secara alami mengalami peningkatan stres oksidatif. Antioksidan dalam delima dapat membantu menyeimbangkan kondisi tersebut sekaligus melindungi sel otot dari kerusakan.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi jus delima selama atau setelah olahraga berpotensi membantu proses pemulihan otot.
Rinker menyebutkan bahwa meminum jus delima setelah latihan kemungkinan memberikan manfaat tambahan dalam mengurangi nyeri otot dan mempercepat pemulihan kekuatan.
Waktu konsumsi yang dinilai cukup ideal adalah sekitar satu hingga dua jam setelah berolahraga. Meski demikian, jus delima juga dapat dikonsumsi sebelum latihan untuk membantu meningkatkan aliran darah selama aktivitas fisik.
“Ini bukan solusi ajaib, tetapi bisa menjadi tambahan yang berguna untuk nutrisi pasca-olahraga, mirip seperti jus ceri asam,” kata Rinker.
Untuk mendapatkan manfaatnya, Rinker menyarankan konsumsi satu porsi harian jus delima murni sekitar empat hingga delapan ons.
“Satu porsi harian sebanyak empat sampai delapan ons jus delima 100 persen ideal bagi kebanyakan orang,” tambah Rinker.
Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memberikan manfaat nutrisi tanpa memberikan asupan gula berlebihan. Sebagai gambaran, satu porsi delapan ons jus delima murni mengandung sekitar 31 gram gula dan 134 kalori.
Bagi yang ingin mengurangi asupan gula, jus delima dapat dicampur dengan air atau air berkarbonasi. Alternatif lain adalah mengonsumsi biji delima utuh yang juga kaya nutrisi.
Mengonsumsinya bersama makanan yang mengandung serat, protein, dan lemak juga dapat membantu menjaga kestabilan kadar gula darah, menurut Sarah Glinski, RD, ahli diet terdaftar yang fokus pada kesehatan pencernaan.
Meski memiliki banyak manfaat, beberapa kelompok perlu lebih berhati-hati dalam mengonsumsi jus delima setiap hari.
Kelompok tersebut antara lain penderita diabetes, orang yang mengonsumsi obat pengencer darah seperti Warfarin, obat tekanan darah, atau obat jantung seperti ACE inhibitor, ARB, dan diuretik hemat kalium.
Selain itu, penderita penyakit ginjal, orang yang memiliki sensitivitas pada saluran pencernaan, serta individu dengan alergi makanan tertentu juga disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis.
