Salut! Ini Dia Negara yang Tak Rayakan Tahun Baru 2024 Demi Hormati Warga Palestina

Jakarta, GPriority.co.id – Saat dunia menyambut tahun 2024 pada Senin pagi (1/1), negara dan kota tertentu tidak merayakan tahun baru karena perang yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza, Palestina.

Menurut laporan, Pakistan dan Sharjah di Uni Emirat Arab (UEA) melarang diadakannya perayaan tahun baru 2024. Di Irak, banyak umat kristiani yang juga membatalkan perayaan mereka karena konflik tersebut.

Di Israel, beberapa detik setelah merayakan tahun baru 2024 di jalan daerah Tel Aviv, beberapa anak muda berlari mencari perlindungan. Sementara yang lain tetap melanjutkan pesta tahun baru sambil bertahan untuk melindungi diri dari serangan roket M90.

Pihak Hamas mengaku bertanggung jawab atas serangan rudal tersebut. Mereka menembakkan roket M90, sebagai respons terhadap pembantaian warga sipil yang dilakukan oleh Israel.

Konflik tersebut dimulai pada awal Oktober tahun lalu dan kini tentara Israel telah memperingatkan bahwa serangannya terhadap militan Hamas akan terus berlanjut sepanjang tahun 2024.

“Sekitar 300.000 tentara cadangan akan istirahat dari perang, untuk mempersiapkan pertempuran berkelanjutan yang akan datang,” ujar juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Daniel Hagari.

Hagari juga mengungkapkan bahwa para tentara itu juga harus membuat rencana ke depan, karena akan mendapat tugas tambahan untuk peperangan sepanjang tahun 2024.

Meskipun beberapa negara tertentu tidak merayakan tahun baru 2024, negara-negara lain justru menyambut tahun 2024 dengan penuh sukacita.

Hal tersebut sebagai bentuk harapan mereka terhadap awal yang baru dan tahun 2024 yang damai. Kembang api menerangi langit di Amerika Serikat, India, Prancis, Brasil, Australia, dan negara-negara lain.

Di Amerika Serikat, ribuan pengunjung mengantri untuk menyaksikan kembang api raksasa yang menyala setiap tahun di Times Square, New York City.

Sama halnya dengan di Australia. Lebih dari satu juta pengunjung pesta berkumpul di sekitar pelabuhan Sydney, untuk menyaksikan kembang api seberat delapan ton.

Sedangkan di Denmark, Ratu Margrethe II berpidato untuk mengkonfirmasi pengunduran diri dari masa pemerintahannya.

Foto : iStock