Jakarta, GPriority.co.id – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres mengunjungi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI), Jakarta Pusat, Senin (19/10).
Kedatangan Guterres disambut langsung oleh Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Christiawan Nasir dalam rangkaian akhir kunjungan resminya di Indonesia.
Terpantau GPriority, Guterres tiba di gedung Kemlu RI sekitar pukul 13.56 WIB. Setibanya di lokasi, ia disambut Arrmanatha yang kemudian mengarahkannya masuk ke gedung kementerian. Guterres juga menandatangani buku tamu dan berfoto bersama sebelum memasuki ruangan.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda diplomasi Indonesia dan PBB untuk memperkuat kerja sama multilateral di tengah berbagai tantangan global. Kemlu RI menggelar kegiatan bertajuk Foreign Policy Circle Talks, dengan tema “Eight Decades of the United Nations: What’s Next?”
Salah satu agenda utama Sekjen PBB selama berada di Jakarta adalah menyampaikan pidato mengenai masa depan multilateralisme. Pidato tersebut dijadwalkan berlangsung di Kementerian Luar Negeri RI, dengan fokus pada peran kerja sama antarnegara dalam menghadapi persoalan global.
Sebelumnya, Wakil Juru Bicara Sekjen PBB, Farhan Haq, menjelaskan bahwa kunjungan Guterres juga bertujuan memperkuat hubungan antara Indonesia dan organisasi internasional tersebut.
“Dalam serangkaian pertemuannya, beliau akan membahas, antara lain, penguatan kerja sama antara Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam sistem multilateral,” kata Farhan Haq, sebagaimana dikutip detikcom.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya hubungan Indonesia dan PBB dalam mendorong dialog diplomatik serta mencari solusi bersama atas berbagai tantangan internasional.
Sebelum mengunjungi Kemlu RI, Guterres menjalani sejumlah agenda penting selama kunjungannya pada 17–19 Oktober 2026. Ia juga bertemu Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, untuk membahas kerja sama Indonesia dan PBB.
Agenda kunjungan Guterres turut mencakup kunjungan ke Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI. Di sana, ia dijadwalkan bertemu dengan personel Indonesia yang akan bertugas dalam misi perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah melalui MINUSCA.
Guterres juga dijadwalkan memberikan penghormatan kepada 50 personel penjaga perdamaian Indonesia yang gugur saat bertugas di bawah bendera PBB.
Rangkaian kunjungan ini menyoroti peran Indonesia dalam diplomasi internasional, pemeliharaan perdamaian, dan penguatan sistem multilateral. Agenda di Kemlu RI menjadi salah satu momentum penting untuk membicarakan arah kerja sama PBB dan negara-negara anggotanya di tengah dinamika geopolitik dunia.
