Jakarta, GPriority.co.id – Rasa lemas saat puasa sering kali dianggap hal wajar. Namun jika terjadi terus-menerus dan mengganggu aktivitas, kondisi ini perlu mendapat perhatian lebih.
Ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab tubuh terasa tidak bertenaga selama menjalani puasa Ramadan.
Salah satu penyebab utama adalah kurangnya asupan cairan saat sahur dan berbuka. Dehidrasi ringan saja sudah cukup membuat tubuh kehilangan konsentrasi dan mudah mengantuk.
Oleh karena itu, penting menerapkan pola minum 2-4-2, yaitu dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur.
Selain itu, pola makan sahur yang tidak tepat juga berpengaruh. Mengonsumsi makanan tinggi gula sederhana dapat membuat energi cepat naik, tetapi juga cepat turun. Akibatnya, tubuh terasa lebih lemas menjelang siang hari.
Kurang tidur selama Ramadan juga menjadi faktor penting. Aktivitas sahur dan ibadah malam sering kali membuat waktu tidur berkurang. Padahal, kualitas tidur yang baik berperan besar dalam menjaga stamina tubuh saat berpuasa.
Untuk mengatasi lemas, pilih makanan dengan indeks glikemik rendah seperti nasi merah, oatmeal, atau roti gandum saat sahur. Tambahkan sumber protein seperti telur dan kacang-kacangan agar energi bertahan lebih lama.
Jika rasa lemas disertai pusing berat atau gejala lain yang mengkhawatirkan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis. Dengan manajemen nutrisi dan istirahat yang baik, puasa bisa dijalani dengan tetap produktif dan penuh energi.
