Jakarta, Gpriority.co.id – Indonesia unggul sebagai negara dengan bonus medali emas tertinggi di SEA Games 2025 Thailand, mencapai USD 59.595 atau sekitar Rp1 miliar per atlet, jauh melampaui negara-negara tetangga. Peningkatan ini, dua kali lipat dari anggaran awal Rp500 juta, diumumkan Presiden Prabowo Subianto saat pelepasan kontingen pada 5 Desember 2025 di Istana Negara. Dengan 91 medali emas diraih kontingen Merah Putih pada ajang 9-20 Desember 2025, total bonus emas menyentuh Rp91 miliar, memotivasi prestasi olahraga nasional di era pemerintahan baru.
Pembayaran bonus ini mengikuti ketentuan Kemenpora, dengan penyesuaian khusus untuk emas guna dorong semangat juang atlet. Selain emas, bonus perak Rp315 juta dan perunggu Rp150 juta tetap berlaku untuk 111 perak serta 98 perunggu, menghasilkan total estimasi Rp140 miliar yang mencakup atlet perorangan dan tim. Penyaluran dijadwalkan awal 2026 setelah verifikasi, dengan pemotongan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 progresif 5-35% melalui e-Bupot untuk dukung kesejahteraan atlet.
Perbandingan Bonus Antar Negara Peserta SEA Games
Bonus medali emas bervariasi antarnegara, mencerminkan komitmen masing-masing pemerintah terhadap pengembangan olahraga. Indonesia memimpin telak, sementara negara lain seperti Thailand dan Singapura mengandalkan dana nasional dengan skema lebih sederhana. Berikut perbandingan utama berdasarkan ketentuan terkini:
Indonesia memimpin Asia Tenggara dengan selisih yang cukup besar, menawarkan bonus medali emas tertinggi sebesar USD 59.595 (sekitar Rp1 miliar) per medali emas. Peningkatan ini mencerminkan dorongan pemerintah untuk meningkatkan kinerja olahraga nasional di bawah pemerintahan baru.
Thailand memberikan bonus medali emas sebesar USD 9.619 (300.000 baht), sesuai dengan Dana Pengembangan Olahraga Nasional (SAT). Ada usulan untuk meningkatkan bonus menjadi USD 16.036 (500.000 baht), yang membutuhkan persetujuan kabinet. Namun, belum ada pernyataan resmi apakah persetujuan tersebut telah diselesaikan sebelum SEA Games dimulai.
Singapura menerapkan sistem bonus melalui Program Penghargaan Multi-Juta Dolar (MAP). Bonus medali emas SEA Games ditetapkan sebagai berikut:
Medali emas individu: USD 7.750 (10.000 dolar Singapura), dengan maksimal tiga medali emas per atlet, meskipun memenangkan lebih dari itu. Medali emas tim mungkin lebih tinggi, misalnya 30.000 dolar Singapura.
Filipina, berdasarkan Undang-Undang Republik 10699, atlet Filipina yang memenangkan medali di SEA Games menerima bonus sebesar USD 5.104 (300.000 peso). Untuk tim dengan kurang dari lima atlet, bonus dibagi rata. Untuk tim dengan lima atlet atau lebih, setiap atlet menerima 25% dari bonus medali individu.
Malaysia memberikan bonus melalui skema pemerintah dan badan olahraga nasional seperti SHAKAM – Skema Insentif Olahraga Nasional, bonus medali emas SEA Games ditetapkan sebesar USD 4.904 (20.000 ringgit).
Vietnam, neskipun bonus pemerintah tampaknya paling kecil di antara enam negara ini, peraih medali emas biasanya menerima tunjangan tambahan seperti gaji khusus dari daerah asal mereka selama dua tahun dan bonus terpisah dari sponsor atau asosiasi olahraga.
Perbandingan ini menunjukkan strategi Indonesia yang agresif untuk dominasi regional, meski negara lain fokus pada insentif berkelanjutan. Semua bonus disalurkan pasca-ajang untuk pastikan verifikasi prestasi akurat.
Foto : Kemenpora
