Survei CELIOS: 75 Persen Masyarakat Indonesia Stres Hadapi Kebijakan Pemerintah

Survei CELIOS mengungkap bahwa sebanyak 75 persen responden yang merupakan masyarakat Indonesia merasa stres menghadapi kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto/Foto : Dok. Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden RI Survei CELIOS mengungkap bahwa sebanyak 75 persen responden yang merupakan masyarakat Indonesia merasa stres menghadapi kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto/Foto : Dok. Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden RI

Jakarta, GPriority.co.id – Sebanyak 75 persen responden yang merupakan masyarakat Indonesia, mengaku stres menghadapi kebijakan pemerintah Presiden Prabowo Subianto.

Temuan tersebut terungkap dalam survei Center of Economic and Law Studies (CELIOS) bersama tim Kabinet Bayangan yang dipaparkan dalam evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran pada Minggu (11/10) lalu.

Direktur Eksekutif CELIOS Bhima Yudhistira menyampaikan bahwa tekanan yang dirasakan responden juga berkaitan dengan perilaku presiden. Sebanyak 67 persen responden menyatakan stres terhadap perilaku Prabowo.

“Kami coba menanyakan terkait dengan perasaan stres terhadap kebijakan pemerintah. Dari 1.122 responden, jawabannya, 75 persen itu merasa stres dengan kebijakan pemerintah dan spesifik 67 persen stres dengan perilaku dari Prabowo Subianto,” kata Bhima, dikutip dari pemberitaan Suara.com pada Senin (12/10).

Persoalan ekonomi menjadi salah satu isu yang disoroti dalam survei tersebut. Kenaikan harga kebutuhan pokok, sulitnya memperoleh pekerjaan, dan penegakan hukum disebut sebagai sejumlah persoalan yang berkaitan dengan tekanan yang dirasakan masyarakat.

Berdasarkan data survei yang disampaikan dalam referensi, sebanyak 82 persen responden mengeluhkan beban pajak dan pungutan pemerintah, sedangkan 78 persen menyoroti kenaikan harga kebutuhan pokok.

Kondisi ekonomi rumah tangga juga menjadi perhatian. Sebanyak 53 persen responden menilai keadaan ekonomi keluarganya memburuk dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, 31 persen menyebut kondisinya tidak berubah dan 16 persen merasa keadaan ekonominya membaik.

Temuan ini menggambarkan persepsi responden terhadap kebijakan pemerintah dan kondisi ekonomi yang mereka alami. Namun, angka tersebut tidak serta-merta membuktikan bahwa seluruh masyarakat Indonesia merasakan tekanan yang sama.

Dalam penilaian responden masyarakat umum, kinerja Prabowo memperoleh skor 4,6 dari skala 10, sedangkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendapat nilai 4,9. Adapun dari kelompok ahli, Prabowo memperoleh skor 2,8 dan Gibran 2,2.

Survei itu juga mencatat bahwa 55 persen responden yang mengaku memilih Prabowo pada Pilpres 2024 menyatakan tidak akan memilihnya kembali.

Meski demikian, hasil survei perlu dibaca berdasarkan metodologi yang digunakan. CELIOS menggunakan survei daring dengan teknik non-probability sampling dan pembobotan. Metode tersebut tidak memberikan peluang pemilihan yang sama kepada seluruh anggota populasi sehingga hasilnya tidak dapat langsung dianggap mewakili seluruh masyarakat Indonesia.

Dengan demikian, temuan CELIOS menjadi gambaran persepsi responden terhadap pemerintahan, terutama mengenai kebijakan publik dan tekanan ekonomi. Data tersebut sekaligus menyoroti pentingnya evaluasi kebijakan yang memperhatikan daya beli, kesempatan kerja, dan beban pengeluaran rumah tangga.