Survei: Penduduk Indonesia Habiskan Rp 250 Ribu Digunakan Beli Kado Valentine

Survei: Penduduk Indonesia Habiskan Rp250 Ribu Untuk Beli Kado Valentine Survei: Penduduk Indonesia Habiskan Rp250 Ribu Untuk Beli Kado Valentine

Jakarta, GPriority.co.id – Setiap 14 Februari diperingati sebagai Hari Valentine, atau hari kasih sayang. Untuk merayakannya, kebanyakan pasangan akan membeli kado valentine berupa cokelat, hadiah, hingga melakukan aktivitas bersama pasangan seperti dinner.

Menurut survei yang dilakukan Jakpat, ditemukan data bahwa mayoritas penduduk Indonesia menghabiskan Rp 50.000 hingga Rp 250.000 untuk membeli kado valentine. Survei tersebut dilakukan pada 20-21 Mei 2024, dengan melibatkan sebanyak 807 responden.

Kendati demikian, banyak juga pasangan yang tidak merayakan Hari Valentine. Dirinci lebih lanjut dari survei tersebut, 60 persen responden memiliki pendapat jika menunjukkan kasih sayang tidak hanya ketika Hari Valentine datang.

Sementara 53 persen responden berpendapat bahwa valentine bukanlah budaya atau tradisi mereka. Begitupun dengan 47 persen responden yang menolak merayakan valentine karena bertentangan dengan kepercayaan agama mereka. Terakhir, 15 persen responden tak merayakan valentine karena tidak memiliki pasangan.

Faktanya, ternyata presentase warga Indonesia yang merayakan valentine hanya mencapai 28 persen. Sementara 86 persen responden memanfaatkan Hari Valentine untuk membeli produk diskon spesial Hari Valentine.

Asal-Usul Hari Valentine

Dilansir dari situs yourtango, Hari Valentine ternyata berawal dari kematian seorang pendeta asal Terni, Italia, bernama Santo Valentinus pada 269 M. Ia dihukum mati karena menikahkan pasangan secara diam-diam saat Kaisar Claudius II melarang pernikahan, dan mengharuskan kaum laki-laki saat ini untuk menjadi prajurit.

Sebelum dihukum mati, Valentinus sempat dipenjara namun ia tak berhenti berbuat baik kepada orang disekitarnya saat itu. Valentinus juga pernah menyebuhkan anak gadis sipir yang buta.

Setelah sembuh, sang sipir membantu Valentinus menyelundupkan surat cintanya untuk gadis tersebut, dan ditutup dengan kalimat “From Your Valentine”. Dari disitulah, istilah Valentine muncul. Sementara tanggal 14 Februari merupakan hari kematian Valentinus.

Perlu diketahui, perayaan Hari Valentine pertama kalinya dilakukan pada abad ke-15. Sejak saat itu, mengungkapkan cinta lewat sepucuk surat dan puisi, menjadi sebuah tren di Eropa.

Kemudian pada abad ke-17, perayaan ini semakin berkembang dengan disertai pemberian hadiah seperti bunga dan cokelat. Hingga kini, Hari Valentine dirayakan dengan melakukan quality time bahkan juga melamar pasangan.

Editor: Novita Intan

Foto : Ilustrasi/Shutterstock