Tiket Pesawat Melambung Tinggi, ini Kata Komisi II DPR RI

Jakarta,GPriority.co.id-Masa transisi dari Pandemi menuju Endemi membuat banyak masyarakat kembali mengggunakan pesawat sebagai alat transportasi.

Namun sayangnya,kenaikan jumlah penumpang diiringi dengan tiket mahal yang dikeluarkan oleh pihak maskapai sehingga masyarakat pun banyak yang menjerit.

Menanggapi permasalahan ini Anggota Komisi II Hugua mengatakan, pandemi melahirkan rantai pasok, dan rantai pasok tersebut tergantung, ditambah lagi dengan perang antara Ukraina dan Rusia yang mengakibatkan harga energi dan pangan menjadi naik.

Menurut Hugua dalam siaran persnya pada Selasa (23/8/2022), energi dan pangan ini adalah kunci segalanya, akhirnya ekonomi melemah.” Inflasi naik itu adalah penyebab utama dari rantai pasok tanpa terkecuali pesawat dan pesawat juga kena Imbasnya,” jelasnya.

Guna mengatasi permasalahan tersebut, Hugua meminta agar pemerintah pusat melakukan meregulasi dan menyubsidi agar perusahaan bisa jalan dan masyarakat terlayani.

” Jangan BBM saja yang disubsidi,tiket pesawat juga harus sehingga masyarakat bisa melakukan perjalanan kemana saja. Ingat Indonesia luas dan masyarakatnya tersebar dimana saja, sehingga pesawat ini menjadi salah satu transportasi penting untuk menuju ke suatu daerah,” tutupnya.(Hs.Foto.Humas.DPR RI)