Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat normalisasi sejumlah sungai hingga Desember 2026 sebagai antisipasi peningkatan risiko banjir pada musim hujan 2026/2027. Langkah ini mengikuti prakiraan BMKG bahwa curah hujan tertinggi di Jakarta berpotensi terjadi pada Februari 2027.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan hal tersebut seusai memimpin rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI Jakarta di Balai Kota, Kamis (5/11). Rapat membahas potensi cuaca ekstrem, kesiapan infrastruktur pengendalian banjir, serta pembagian tugas antarlembaga.
Pemprov DKI menargetkan percepatan normalisasi sejumlah sungai utama selesai pada Desember 2026, antara lain Sungai Ciliwung, Kali Angke, Kali Krukut, dan Cakung Lama. Pengerjaan diintensifkan menjelang periode curah hujan tinggi yang diperkirakan dimulai pada Januari 2027.
“Sekarang ini sampai dengan bulan Desember, Pemerintah DKI Jakarta akan terus melakukan normalisasi sungai-sungai yang ada, apakah itu Ciliwung, Angke, Krukut, Cakung Lama, dan sebagainya akan kita kebut,” ujar Pramono.
BMKG memprediksi puncak musim hujan 2026/2027 di sebagian wilayah Indonesia terjadi pada Desember 2026, Januari 2027, dan Februari 2027. Untuk Jakarta, curah hujan tertinggi diprediksi terjadi pada Februari 2027 dengan potensi hujan ekstrem dalam durasi singkat.
Gubernur Pramono memberikan perhatian khusus pada Jakarta Barat, yang berdasarkan paparan prakiraan berpotensi menghadapi curah hujan tinggi. Pembenahan infrastruktur di wilayah tersebut mencakup Kali Angke dan Cengkareng Drain untuk meningkatkan kapasitas pengendalian banjir.
Hujan berintensitas tinggi dalam durasi pendek dinilai dapat meningkatkan risiko genangan apabila kapasitas sungai dan saluran drainase tidak mampu menampung debit air. Oleh karena itu, percepatan normalisasi menjadi bagian penting dari mitigasi banjir.
Pemprov DKI juga memperkuat koordinasi antara BMKG, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Sumber Daya Air (SDA) dalam pemantauan cuaca, antisipasi genangan, serta penanganan kondisi darurat.
Dukungan TNI dan Polri turut disiapkan agar personel serta sumber daya dapat dikerahkan sesuai kebutuhan ketika terjadi bencana. Pramono juga mengapresiasi pendampingan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta terhadap pelaksanaan normalisasi sungai.
Pramono menegaskan kesiapsiagaan musim hujan membutuhkan kerja sama seluruh instansi, mulai dari penyediaan informasi cuaca, pembenahan infrastruktur, hingga kesiapan personel di lapangan.
Melalui percepatan pekerjaan pengendalian banjir dan penguatan koordinasi Forkopimda, Pemprov DKI Jakarta berupaya menekan risiko banjir serta memastikan keselamatan masyarakat selama musim hujan 2026/2027.
Foto : Pemprov DKI Jakarta
