Tinjau Stadion Kanjuruhan, Menteri Basuki Umumkan 7 Rekomendasi Tim Evaluasi Teknis

Jakarta,GPriority.co.id – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau sekaligus melakukan audit teknis atau evaluasi teknis bangunan Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur pasca terjadi kerusuhan pada 1 Oktober 2022 silam.

Dalam tinjauannya, Basuki mengatakan bahwa evaluasi teknis Stadion Kanjuruhan dilakukan untuk mengantisipasi agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi. Perlu diketahui, Stadion Kanjuruhan belum memenuhi standar FIFA dan PSSI.

“Super prioritasnya dalam minggu ini kami harus selesaikan audit teknis Stadion Kanjuruhan. Insya Allah selesai audit oleh para pakar/ahli struktur bangunan, arsitektur, MEP (Mechanical, Electrical and Plumbing), dan ahli mitigasi risiko kebakaran, serta unsur Pemerintah yang tergabung dalam KKBG,” kata Basuki.

Dalam penemuannya, Tim Evaluasi Teknis Keandalan Stadion Kanjuruhan mengumumkan tujuh rekomendasi dari hasil audit, di mana tiga rekomendasi di antaranya berhubungan dengan terjadinya kecelakaan di Stadion Kanjuruhan.

“Pertama, mengenai tangga-tangga tribun, terutama untuk tribun ekonomi yang biasanya tidak ada tangga langsung ke tempat duduk penonton. Kedua, pintu stadion tidak ada jarak dengan anak tangga dan elevasi tangganya juga terlalu curam,” jelas Basuki seraya membacakan hasil rekomendasi tim Audit.

Yang ketiga tidak ada pintu darurat. Stadion Kanjuruhan tidak memiliki pintu darurat apabila sewaktu-waktu bencana terjadi. Mereka hanya memiliki pintu service yang memang tidak bisa diakses atau tidak diperuntukkan oleh penonton di tribun.

Empat rekomendasi lainnya adalah terkait dengan penerangan, kamar kecil, perimeter atau batas antara bangunan utama stadion dengan area parkir serta pagar pembatas.

Hasil rekomendasi Tim Evaluasi Teknis Keandalan Stadion Kanjuruhan tersebut selanjutnya akan dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo.

“Setelah ditetapkannya tujuh rekomendasi ini, Kementerian PUPR akan mendesain ulang Stadion Kanjuruhan untuk dilakukan renovasi sehingga menjadi laik fungsi dan terhindar dari musibah serupa,” pungkasnya. (Hn.KemenPUPR)