Treasury Hadirkan Instalasi “Reserve of Care” di Art Jakarta 2025

Head of PR and Partnership Treasury, Anang Samsudin di Jakarta, Selasa (9/9). Foto: GPriority/Dimas A Putra Head of PR and Partnership Treasury, Anang Samsudin di Jakarta, Selasa (9/9). Foto: GPriority/Dimas A Putra

Jakarta, GPriority.co.id – Platform investasi emas digital, Treasury, kembali berpartisipasi dalam Art Jakarta 2025 dengan menghadirkan sebuah karya instalasi interaktif bertema “Reserve of Care” karya Azizi Al Majid dan Nuri Fatimah.

Pada tahun ketiga keikutsertaannya, Treasury memilih untuk tampil berbeda dengan mengangkat tema nilai-nilai keluarga sebagai warisan paling berharga bagi generasi mendatang.

“Kalau tahun-tahun sebelumnya kami banyak bicara soal transformasi emas, dari bentuk fisik ke digital,” ujar Head of PR and Partnership Treasury, Anang Samsudin di Jakarta, Selasa (9/9).

Anang mengatakan, karya ini lahir dari sebuah pertanyaan sederhana namun mendalam, yang diajukan oleh pasangan muda, Mas Aziz dan Mbak Nuri: Apa yang bisa kita wariskan ke anak cucu kita kelak?

“Jawaban mereka bukan harta atau benda, melainkan nilai (value). Dan nilai tersebut, menurut mereka, tumbuh paling kuat dalam lingkup terkecil keluarga, dengan meja makan sebagai simbol utamanya,” tuturnya

“Meja makan adalah tempat semua dimulai—anak bertanya, orang tua bercerita, keluarga berdiskusi tentang kebaikan, perasaan, dan harapan. Dari situlah nilai-nilai hidup ditanamkan,” tambahnya.

Instalasi “Reserve of Care” akan menampilkan sebuah meja makan besar yang disangga oleh empat pilar utama, yakni Shelter, Wealth, Care dan Love.

Keempat nilai ini dipercaya sebagai fondasi penting dalam membangun karakter dan masa depan. Pengunjung yang berinteraksi di sekitar instalasi akan diajak mengalami simulasi suasana makan bersama keluarga melalui teknologi interaktif dan imersif. Tiap interaksi akan direkam dan ditransformasikan ke dalam karya seni yang terpampang mengelilingi meja.

“Ini bukan karya statis, tapi dinamis. Reflektif. Setiap pengunjung akan merasakan bagaimana nilai keluarga bisa menjadi bagian dari perjalanan seni yang mereka alami sendiri,” tuturnya.

Treasury menekankan bahwa tema ini sejalan dengan filosofi perusahaan: nilai adalah fondasi masa depan, baik secara finansial maupun emosional.

“Kami ingin memperluas pemahaman soal value. Tidak hanya angka, tapi juga nilai-nilai hidup. Dan edukasi itu dimulai dari keluarga. Itulah mengapa karya ini begitu penting bagi kami,” ucapnya.