Jakarta, GPriority.co.id – Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022, menewaskan 135 suporter, 2 orang polisi serta menimbulkan berbagai kerusakan fasilitas di Stadion Kanjuruhan.
Diantaranya termasuk empat lorong pintu keluar stadion, pagar, pintu, dan tembok yang bolong. Tragedi tersebut terjadi usai pertandingan antara Arema FC VS Persebaya, dengan skor akhir 2-3.
Usai tragedy tersebut, pemerintah berupaya melakukan renovasi Stadion Kanjuruhan. Proses renovasinya melibatkan Kementerian PU dan dikerjakan oleh PT Waskita Karya dan PT Brantas Abipraya.
Bahkan renovasi Stadion Kanjuruhan menelan anggaran fantastis hingga Rp 357,48 miliar. Menurut Menteri PUPR Dody Hanggodo, hal ini tidak bisa dibandingkan dengan stadion lainnya karena nilai sejarah yang terjadi.
“Ini tidak bisa dibandingkan dengan stadion lain karena ada nilai yang harus kita jaga. Stadionnya bagus dan megah. Kalau hitung-hitungan rupiah terlalu mahal menurut saya, tapi kalau berbicara sejarah yang terjadi di sini, anggaran renovasinya menjadi sangat murah dari nyawa manusia. Sejarah ini harus dijaga untuk anak cucu ke depan,” ujar Dody.
Penambahan dan Pembaruan Renovasi Stadion Kanjuruhan
Sebagai informasi, renovasi Stadion Kanjuruhan berlangsung dalam waktu yang cukup lama, terhitung sejak 4 September 2023 hingga 31 Desember 2024.
Adapun pemugaran stadion dengan luas 3,4 hektare dengan luas lahan 4,8 hektare tersebut meliputi penambahan dan pembaruan beberapa fasilitas seperti :
– Lapangan
– Jacuzzi
– 21.603 kursi penonton
– Fasilitas ruang pemanasan
– Locker room berkelas internasional
– Monumen Tragedi Kanjuruhan
– Museum Pintu 13
– Entrance pemain
– Bench pemain
– Scoring Board
Diakui oleh Direktur Operasi I Waskita Karya, Ari Asmoko, renovasi Stadion Kanjuruhan cukup baik secara keluruhan, serta sudah sesuai Standar Nasional Indonesia serta Standar FIFA.
Editor: Novita Intan
Foto : Kementerian PUPR
