3 Aromaterapi yang Menenangkan dan Menambah Energi, Mana Favorit Anda?

3 Aromaterapi yang Menenangkan dan Menambah Energi, Mana Favorit Anda?/Foto : Dok. Freepik 3 Aromaterapi yang Menenangkan dan Menambah Energi, Mana Favorit Anda?/Foto : Dok. Freepik

Jakarta, GPriority.co.id – Sebuah penelitian menunjukkan bahwa menghirup aromaterapi tertentu bukan hanya menenangkan, namun juga dapat meningkatkan kognitif dan menambah energi.

Meski kafein lebih identik untuk menambah energi, namun beberapa aromaterapi juga terbukti memiliki peran yang sama, terutama bagi mereka yang tidak bisa mengonsumsi kafein.

Pasalnya, kafein dapat menyebabkan lonjakan darah secara tiba-tiba. Bahkan bagi penderita hipertensi akut, minum dua cangkir kopi atau lebih setiap hari dapat meningkatkan risiko kematian akibat serangan jantung atau stroke, menurut American Heart Association.

Kafein juga tidak dianjurkan untuk wanita hamil karena zat ini masuk ke dalam aliran darah dan dapat masuk ke plasenta yang berpotensi menyebabkan peningkatan detak jantung dan metabolisme janin dalam kandungan.

Kabar baiknya, aromaterapi terbukti lebih aman dan efektif untuk menenangkan dan memberikan dorongan energi. Para ahli mengatakan, ada 3 aromaterapi yang dapat memberikan efek tersebut, sebagaimana dilansir GPriority dari laporan NY Post. Berikut daftarnya.

1. Lemongrass (Serai)

Menurut studi pada tahun 2018, menghirup minyak esensial serai selama lima menit dapat meningkatkan fungsi kognitif, memori, kewaspadaan, dan memberikan ketenangan.

Menghirup aroma serai juga terbukti efektif dalam mengelola kecemasan, sebagaimana diungkap oleh studi pada tahun 2025. Aroma ini dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik, detak jantung, serta kecemasan.

2. Peppermint

Sebuah studi di tahun 2008 mengungkapkan bahwa aromaterapi peppermint dapat meningkatkan kewaspadaan dan daya ingat para responden yang terlibat dalam penelitian tersebut.

Selain itu, peppermint juga dapat mendorong semangat dan meredakan kecemasan. Bahkan studi di tahun 2023 menemukan bahwa aromaterapi peppermint dapat mengurangi perilaku mengemudi yang agresif.

Senyawa dalam minyak peppermint terbukti memiliki efek positif pada otak dalam membantu mengatasi depresi dan kecemasan.

3. Rosemary

Rosemary telah lama dipuji karena khasiat dan kualitas stimulannya. Pada zaman Yunani Kunow, para cendekiawan umumnya mengenakan untaian bunga rosemary di kepala mereka selama ujian untuk meningkatkan daya ingat dan fokus.

Dalam sebuah studi disebutkan bahwa lansia yang mencium aroma rosemary mendapat skor yang jauh lebih baik dalam tes memori prospektif, yaitu kemampuan mengingat untuk melakukan sesuatu pada waktu yang tepat, dibandingkan dengan mereka yang berada di ruangan tanpa aroma tersebut. Bahkan tingkat kewaspadaan mereka juga meningkat.

Sementara itu studi lain di tahun 2016 menemukan bahwa menghirup aromaterapi rosemary berdampak positif pada memori jangka pendek manusia, terutama dalam mengingat gambar dan angka. Mereka merasa lebih segar ketika mencium aroma rosemary.

Rosemary juga kaya akan antioksidan dan anti-inflamasi yang disebut asam karnosat. Para peneliti meyakini bahwa senyawa tersebut terbukti bermanfaat untuk gangguan neurodegeneratif seperti penyakit Alzheimer.

Asam karnosat juga memiliki efek neuroprotektif dengan melindungi neuron hipokampus, serta membantuk otak untuk melawan stres oksidatif, yang menjadi ciri khas penyakit Alzheimer.

Rosermary bukan hanya merangsang pikiran, namun juga bermanfaat untuk folikel rambut. Minyak rosemary menjadi cara alami untuk memacu pertumbuhan rambut, mencegah uban, serta meringankan kulit kepala kering atau gatal. Bahkan penelitian penyebut, khasiat minyak rosemary setara dengan minoksidil 2 persen, yang terkenal untuk menumbuhkan rambut dan bulu-bulu halus.