Jakarta, GPriority.co.id – Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam) Letjen TNI (Purn.) Lodewijk F. Paulus menegaskan bahwa politik harus dimaknai sebagai ibadah pengabdian, bukan jalan menuju kekayaan. Menurutnya, politik yang bermoral, berkeadilan, dan memberdayakan umat menjadi syarat penting untuk mewujudkan demokrasi substantif dan mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Pernyataan itu disampaikan Lodewijk saat menjadi narasumber dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII Tahun 2026 di Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Di hadapan peserta kongres, ia mengatakan dinamika geopolitik global saat ini menghadirkan tantangan yang semakin kompleks dan berpengaruh pada stabilitas politik, keamanan, ekonomi, sosial budaya, hingga pertahanan negara.
“Indonesia memerlukan sistem politik yang kuat, demokrasi yang berkualitas, serta tata kelola pemerintahan yang mampu menjaga stabilitas nasional sekaligus mempercepat pembangunan,” ujarnya.
Lodewijk mengajak umat Islam untuk menguatkan semangat profetik Islam dalam kehidupan politik. Ia menilai politik harus menjadi sarana untuk mewujudkan kepentingan, kesejahteraan, dan kemaslahatan umum, bukan sekadar perebutan kekuasaan.
Ia juga menyoroti sejumlah tantangan dalam politik nasional, mulai dari praktik politik transaksional yang berbiaya tinggi, kampanye negatif dan kampanye hitam, menguatnya oligarki dan politik dinasti, hingga rendahnya literasi dan moral politik. Selain itu, ia menyebut praktik demokrasi di Indonesia masih cenderung prosedural.
Dalam kesempatan itu, Lodewijk menekankan peran ulama dan organisasi kemasyarakatan sebagai penunjuk arah sekaligus pengingat ketika terjadi penyimpangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia mengajak umat Islam untuk terus menjaga persatuan dan memperjuangkan politik yang membawa keberkahan bagi umat, bangsa, dan negara.
“Politik adalah ibadah pengabdian, bukan jalan menuju kekayaan. Kepentingan bangsa dan negara merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kepentingan umat,” tegasnya.
Kongres tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Umum MUI Buya Anwar Abbas, Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan, para pimpinan MUI provinsi, pimpinan ormas Islam tingkat nasional, serta perwakilan perguruan tinggi dan pesantren. Turut mendampingi Wamenko Polkam, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Heri Wiranto.
Foto : Kemenko Polkam
