Jakarta, GPriority.co.id – Bertengkar merupakan sebuah hal yang wajar dalam setiap hubungan.
Pasangan suami istri yang dari luar terlihat harmonis pun, pasti pernah bertengkar.
Namun terlalu banyak pertengkaran bisa memicu masalah jangka panjang dalam sebuah rumah tangga, menurut Dr. John Gottman, seorang psikolog dari Amerika.
Lebih lanjut Gottman mengatakan, ada 4 tanda rumah tangga diambang perceraian. Apa sajakah 4 tanda tersebut?

1. Selalu mengkritik satu sama lain
Bukan berarti kritik adalah hal yang tidak baik. karena mengritik dengan cara yang baik, dapat berdampak positif untuk hubungan suami istri ke depannya.
Tetapi, jika kritik digunakan sebagai sarana untuk menghancurkan karakter pasangan anda, hal ini dapat memberikan dampak yang berpotensi menghancurkan rumah tangga.
“Masalah dari kritik adalah ketika kritik tersebut justru meluas dan membuka jalan bagi rasa cinta suami istri memudar,” ujar Gottman.
2. Menghina satu sama lain
Gottman mengatakan jika menghina atau mengejek pasangan anda dengan mudahnya dan dalam frekuensi yang sering, maka anda berada pada masalah yang serius.
Menghina seringkali ditunjukkan dengan cara sinis dan meremehkan pasangan anda.
“Jika pikiran dan perasaan anda tidak lagi suka dan tertuju kepada pasangan, ini merupakan suatu pertanda dari kemunduran hubungan,” Gottman menambahkan.
3. Saling defensif
Defensif merupakan sikap dimana seseorang enggan menerima masukan dari orang lain.
Sikap defensif memang reaksi manusia secara umum. Lebih mudah membela tindakan daripada bertanggung jawab atas tindakan tersebut.
Sayangnya, ketika anda terlalu defensif kepada pasangan, justru masalah rumah tangga anda akan semakin runyam.
Defensif akan menciptakan tembok yang dapat menyebabkan perpecahan lebih lanjut antara anda dan pasangan.
Alih-alih memberi ruang bagi Anda dan pasangan untuk memecahkan masalah, sikap defensif justru menciptakan jarak yang lebih jauh.
“Respons non-defensif yang dapat dilakukan adalah dengan ber tanggung jawab akan kesalahan yang telah diperbuat, mengakui kesalahan, dan pemahaman terhadap sudut pandang pasangan anda,” kata Gottman.
4. Menghindari komunikasi
Menghindari berkomunikasi dengan pasangan atau stonewalling terjadi ketika anda atau pasangan menarik diri dari hubungan.
Salah satu bentuk sikap diam adalah mengeluarkan ponsel, menjauh, atau mengabaikan pasangan saat terjadi pertengkaran.
Sikap diam menunjukkan bahwa anda tidak lagi peduli dengan hubungan tersebut dan tidak mau terlibat di dalamnya.
“Jika anda bekerja sama untuk mengatasi perasaan dan memahami satu sama lain, perasaan tegang dan tidak nyaman saat bertengkar akhirnya akan berlalum,” jelas Gottman.
Bagaimana Cara Mengatasi 4 Tanda Perceraian Tersebut?

Pertama, daripada memberikan kritik negatif, berikan kritik positif dengan bahasa yang lembut kepada pasangan.
Kedua, daripada menghina satu sama lain, cobalah untuk deep talk dan saling berkata jujur soal perasaan satu sama lain. Lakukan dengan cara yang tenang dan netral.
Ketiga, daripada bersikap defensif, berikan pengertian kepada pasangan anda. Tak seharusnya manusia selalu menang dalam segala hal.
Keempat, alih-alih mengabaikan masalah, hadapilah dan selesaikan masalah tersebut.
Jika anda merasa kesulitan mengatasi masalah, bicarakan dengan terapis atau psikolog yang berkualifikasi.
Foto : Ilustrasi/Freepik
