Jepang, GPriority.co.id – Perdana Menteri (PM) Jepang, Sanae Takaichi, mengambil langkah berani dengan mengungkapkan rencana pembubaran DPR di negaranya pada 23 Januari mendatang.
Selain itu, Takaichi juga akan mengadakan pemilihan secara nasional pada 8 Februari untuk mencari dukungan guna meningkatkan pengeluaran, pemotongan pajak, dan strategi keamanan baru yang diharapkan dapat mempercepat pembangunan pertahanan Jepang, sebagaimana dilansir dari Reuters.
“Saya mempertaruhkan masa depan politik saya sendiri sebagai perdana menteri pada pemilihan ini. Saya ingin publik menilai secara langsung apakah mereka akan mempercayakan pengelolaan negara kepada saya,” kata Takaichi dalam konferensi pers, seperti dilaporkan oleh Reuters.
Takaichi juga menjanjikan penangguhan pajak konsumsi makanan sebesar 8 persen selama dua tahun mendatang. Ia juga menyampaikan rencana pengeluaran pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pengeluaran rumah tangga, dan meningkatkan pendapatan pajak lainnya. Pemungutan suara cepat ini nantinya akan menentukan nasib seluruh 465 kursi di majelis rendah parlemen dan menandai ujian elektoral pertama bagi Takaichi.
Profil PM Jepang Sanae Takaichi
Sanae Takaichi merupakan seorang veteran konservatif yang telah lama dikatikan dengan sayap kanan. Dirinya tetrpilih sebagai perdana menteri perempuan pertama di Jepang, dan resmi mengakhiri hampir delapan dekade kepemimpinan laki-laki yang ‘tanpa henti’ di negara tersebut.
Berusia 64 tahun, Takaichi memenangkan pemilihan setelah menerima 237 suara di Majelis Rendah yang beranggotakan 465 orang. Ia menggantikan Shigeru Ishiba, yang mengundurkan diri pada bulan September 2025 usai kekalahan elektoral partainya. Pengangkatan Takaichi sebagai PM Jepang kemudian dikonfirmasi oleh Majelis Tinggi dan membuka jalan bagi pelantikannya sebagai perdana menteri Jepang ke-104.
Sanae Takaichi lahir di Prefektur Nara pada tahun 1961 dan lulus dari Universitas Kobe. Ayahnya adalah seorang pekerja kantoran dan ibunya seorang petugas polisi. Latar belakang Takaichi lebih sederhana dibandingkan dengan beberapa anggota senior LDP, yang sering berasal dari lembaga elit seperti Universitas Tokyo atau Harvard Kennedy School.
Politik sama sekali tidak ada dalam kehidupan awalnya, karena ia adalah seorang pemain drum heavy metal yang bersemangat, terkenal karena sering mematahkan stik drum di tengah pertunjukan dan selalu membawa stik cadangan. Ia juga gemar menyelam dan menyukai mobil; Toyota Supra kesayangannya kini dipamerkan di sebuah museum di Nara, menurut laporan BBC.
Sebelum terjun ke dunia politik, Takaichi sempat bekerja sebagai presenter televisi. Kesadaran politiknya muncul pada tahun 1980-an, di tengah ketegangan hubungan perdagangan AS-Jepang. Berusaha memahami bagaimana orang Amerika memandang Jepang, ia bergabung dengan kantor anggota Kongres dari Partai Demokrat, Patricia Schroeder, seorang kritikus vokal terhadap Jepang pada waktu itu.
