Presiden Korsel Dihujat Warganya Usai Ucapkan Duka untuk NTT: Urus Geoje Dulu!

Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, saat bertemu Presiden Prabowo/Foto : Dok. Kemensetneg Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, saat bertemu Presiden Prabowo/Foto : Dok. Kemensetneg

Korea Selatan, GPriority.co.id – Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, menyampaikan belasungkawa kepada korban gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan melalui akun X pada Senin (17/8), ketika Korea Selatan juga tengah menghadapi bencana banjir dan longsor akibat hujan ekstrem di wilayah selatan, termasuk Kota Geoje.

Dalam unggahannya, Lee menyampaikan simpati kepada para korban dan keluarga yang kehilangan orang terkasih maupun tempat tinggal akibat gempa NTT.

“Atas nama Pemerintah Republik Korea, saya menyampaikan belasungkawa dan simpati yang sedalam-dalamnya kepada para korban dan keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta serta tempat tinggal akibat bencana yang datang secara tiba-tiba ini,” ujar Lee Jae Myung, dikutip dari laporan KoreanDaily.

Ia juga mendoakan agar proses pencarian dan penyelamatan berlangsung lancar serta masyarakat terdampak dapat segera kembali menjalani kehidupan normal.

Namun, unggahan tersebut justru memicu reaksi sejumlah warganet Korea Selatan. Mereka menilai Presiden Lee seharusnya lebih memprioritaskan penanganan bencana di dalam negeri, terutama di Geoje yang dilanda hujan ekstrem dan longsor.

Salah satu komentar yang beredar berbunyi, “fokus ke negara kita aja, seluruh dunia, nasib negara ini mau ke mana.” Warganet lainnya bahkan menyampaikan komentar kepada masyarakat Indonesia, “warga Indonesia, pemerintah kita juga sama aja, gak ada jawaban buat bencana dalam negeri.”

Sorotan tersebut muncul karena kondisi Geoje memang cukup parah. Berdasarkan laporan Yonhap yang dikutip Reuters dan data Korea Meteorological Administration, wilayah Geoje mengalami curah hujan ekstrem hingga sekitar 800 milimeter. Data Korea Selatan mencatat akumulasi hujan di Geoje mencapai 851,1 milimeter sejak 15 Agustus hingga 17 Agustus siang.

Longsor di kawasan apartemen Okpo-dong, Geoje, menyebabkan satu orang meninggal dunia setelah tertimbun material longsor. Sejumlah warga juga harus dievakuasi karena ancaman longsor susulan.

Di tengah kritik warganet, Lee sebenarnya juga memberikan perhatian terhadap bencana di negaranya. Pada hari yang sama, ia meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk segera melakukan langkah yang diperlukan dan “memusatkan seluruh kemampuan untuk meminimalkan kerusakan.”

Ia juga mengingatkan potensi bencana lanjutan akibat tanah yang melemah dan kenaikan permukaan air sungai. Pesan solidaritas internasional Lee kepada Indonesia pun akhirnya memunculkan perdebatan di Korea Selatan mengenai prioritas pemerintah dalam menghadapi bencana domestik.