Jepang, GPriority.co.id – FamilyMart Jepang resmi memperbarui aturan penampilan karyawan mulai 1 September 2026. Kebijakan baru tersebut memberikan keleluasaan lebih besar kepada pekerja untuk memilih warna rambut, mengenakan hijab bagi perempuan Muslim, serta menggunakan seragam dengan pilihan lengan panjang.
Perubahan ini menjadi sorotan setelah sejumlah pengguna media sosial Jepang melontarkan kritik terhadap kebijakan FamilyMart Jepang tersebut. Sebagian mempertanyakan keputusan perusahaan yang dianggap terlalu menyesuaikan diri dengan budaya dari luar Jepang. Ada pula komentar yang menyinggung persoalan kebersihan dan bahkan menyatakan tidak akan lagi berbelanja di FamilyMart.
Namun, kritik tersebut merupakan reaksi dari sebagian pengguna media sosial dan tidak dapat dianggap mewakili seluruh masyarakat Jepang. Di sisi lain, kebijakan FamilyMart justru dirancang untuk merespons perubahan nilai dan kebutuhan tenaga kerja yang semakin beragam.
FamilyMart memperkenalkan standar penampilan baru bernama “Famima Coordinate” (Famima Code). Aturan ini memungkinkan karyawan memilih warna rambut secara lebih bebas dan mengenakan pakaian sesuai gaya masing-masing, selama tetap memenuhi standar kebersihan, keamanan, dan pelayanan.
FamilyMart menegaskan bahwa penggunaan hijab sebelumnya sudah dapat diberikan berdasarkan pertimbangan masing-masing gerai. Kini, ketentuan tersebut secara resmi dimasukkan ke dalam standar perusahaan yang berlaku secara nasional.
Dilansir dari laporan The Japan Times, penanggung jawab dukungan toko FamilyMart, Kenji Taniguchi, mengatakan, “Sebelumnya secara individual sudah diizinkan, tetapi dengan pembaruan seragam kali ini, kami menuangkannya dalam aturan dan secara resmi mengizinkannya.”
Bersamaan dengan perubahan aturan penampilan, FamilyMart juga memperkenalkan seragam baru untuk pertama kalinya dalam 10 tahun. Seragam tersebut menggunakan desain T-shirt, dengan pilihan lengan pendek dan panjang.
FamilyMart menyebut aturan baru itu mulai diterapkan di sekitar 16.500 gerai di Jepang.
Perusahaan juga memperluas pilihan wawancara kerja melalui wawancara daring dan rekaman sebagai bagian dari strategi perekrutan tenaga kerja yang lebih beragam.
Model asal Indonesia yang mengenakan hijab, Ranisa Rahman, turut tampil dalam peluncuran seragam baru FamilyMart. Kehadirannya ikut menjadi perhatian setelah kebijakan tersebut mendapat reaksi negatif dari sebagian warganet Jepang.
Melalui Threads, Ranisa mengatakan dirinya sebenarnya sudah memperkirakan penampilannya akan mendapat perhatian besar. Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diterimanya dan berharap kehadirannya dapat meningkatkan kepercayaan diri perempuan berhijab di Jepang.
“Saya berharap ini bisa membuat saudari-saudari saya yang berhijab di Jepang sedikit lebih percaya diri mengenakan hijab,” tulis Ranisa.
Kendati demikian, kebijakan ini tak terlepas dari kritikan masyarakat di sana. Melalui postingan Threadsnya, pengguna dengan username @izumi_sunagawa, menyampaikan kritiknya terhadap kebijakan tersebut.
“Apa ini? dibuat oleh UNIQLO? mungkin saya harus berhenti juga ke FamilyMart,” tulisnya.
“Aku pergi ke FamilyMart setiap waktu. Tapi sepertinya tidak akan lagi,” tulis pengguna lainnya.
FamilyMart sendiri menyatakan perubahan tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang memungkinkan setiap staf bekerja dengan lebih nyaman dan menjadi dirinya sendiri. Kebijakan itu juga diarahkan untuk membantu perusahaan merekrut tenaga kerja di tengah persoalan kekurangan pekerja di Jepang.
