Peluru Israel di Tubuh Melina Asadi, Gadis Cilik Iran yang Tewas Saat Kerusuhan

Teheran, Gpriority.co.id – Jenis dan kelas peluru yang menewaskan gadis kecil Iran bernama Melina Asadi diidentifikasi forensik Iran milik militer Israel. Demikian kantor berita Rusia, TASS melaporkan.

Dalam tulisannya, TASS menyebut berdasarkan pemeriksaan forensik di Isfahan mengidentifikasi peluru kelas militer Israel di tubuh seorang gadis berusia 3 tahun bernama Melina Asadi yang tewas selama protes. Disebutkan bahwa beberapa korban tewas akibat peluru Tokarev 7,63 mm, kaliber langka era Soviet. Pihak berwenang menyatakan bahwa kaliber ini tidak digunakan oleh angkatan bersenjata atau kepolisian Iran. Kesimpulan ini juga setelah pihak berwenang melihat bentuk, komposisi logam, dan kode produksi peluru tersebut.

Berdasarkan analisis balistik pasca kematian, termasuk pemindaian sinar X serta perbandingan data base senjata pihak berwenang menegaskan peluru tersebut biasa digunakan militer Israel. Melina Asadi sendiri tewas tertembak di perut dan organ vitalnya. Saat itu pada malam hari, 7 Januari 2026 di sepanjang Taq-e Bostan Boulevard, jalan raya utama di Kermanshah Melina dan ayahnya pulang dari apotek membeli susu formula dan obat flu. Melina Asadi tertembak dari belakang saat berjalan bersama sang ayah ketika para perusuh yang menyusup menembaki pasukan keamanan Iran yang bertugas mengamankan aksi.

Ismail Amin, WNI yang berada di Iran dan kerap mengabarkan keadaan Iran dalam laman media sosialnya membeberkan, dari informasi yang diterima dari Organisasi Kedokteran Forensik, Pemerintah Iran secara resmi mengumumkan total korban jiwa dari rangkaian operasi teroris terbesar, terluas, dan paling kompleks sejak Revolusi Islam Iran adalah 3.117 orang. Dengan rincian 2.427 dari korban tewas adalah aparat keamanan dan warga sipil, sisanya teridentifikasi sebagai pelaku kerusuhan yang ditembak mati saat mereka melakukan aksi penyerangan dan pengrusakan.

Organisasi Kedokteran Forensik Iran juga mengungkapkan banyak dari mereka yang gugur adalah orang-orang biasa yang lewat yang menjadi sasaran pembunuhan atau menjadi korban penembakan teroris tanpa pandang bulu dan rasa kasihan. Yang lainnya adalah para demonstran yang sengaja ditembak di tengah kerumunan oleh elemen teroris terorganisir untuk kemudian melemparkan tuduhan pelakunya adalah aparat keamanan. Hingga kini juga sudah 350 armada bis umum dan ambulance, 749 mobil patroli Polisi, 800 mobil pribadi dan ada 350 masjid dibakar massa perusuh di seluruh Iran.

Foto : Istimewa