Jakarta, GPriority.co.id – American Academy of Facial Plastic and Reconstructive Surgery (AAFPRS), asosiasi ahli bedah plastik dan rekonstruksi wajah terbesar di dunia, belum lama ini mengungkapkan 3 prosedur bedah plastik paling populer di tahun 2025.
Dr. Anthony Brissett, seorang ahli bedah plastik wajah bersertifikasi dan Presiden AAFPRS, menyebut prosedur utamanya tidak berbeda. Namun ditentukan oleh siapa yang melakukan dan bagaimana prosedur tersebut dilakukan.
Berikut ini daftar 3 prosedur bedah plastik paling populer di tahun 2025, sebagaimana dilansir GPriority dari The Post melalui NY Post.
1. Rhinoplasty
Rhinoplasty umumnya disebut sebagai operasi hidung. Brissett menyebut hasilnya “abadi” karena dapat memperbaiki keseimbangan wajah, baik bagi wanita maupun pria.
“Rhinoplasty modern bertujuan untuk menghasilkan hidung yang tidak terlihat seperti dipahat atau ‘dioperasi’, namun tetap mempertahankan fungsinya,” ujar Brissett.
Namun, meskipun banyak prosedur bertujuan untuk membuat orang yang lebih tua terlihat lebih muda, prosedur ini paling sering dilakukan pada pasien berusia 34 tahun ke bawah.
2. Operasi Pengencangan Wajah
Brissett mengatakan, tren operasi pengencangan wajah menghasilkan tampilan yang alami seperti tanpa operasi. Tren ini menggeser hasil operasi di masa lalu, sebagian besar berkat kemajuan di bidang pembedahan.
“Operasi pengencangan wajah saat ini terlihat jauh lebih alami daripada beberapa dekade lalu. Tekniknya telah berkembang untuk fokus pada penataan ulang struktur yang mendalam daripada tegangan permukaan,” jelasnya.
Mirip dengan operasi hidung, prosedurnya cenderung lebih mudah dengan pendekatan yang lebih terencana sebelum menjalani prosedur.
Meskipun generasi muda berbondong-bondong mengunjungi dokter bedah, laporan AAFPRS juga menemukan bahwa pasien berusia 56 tahun ke atas tetap menjadi mayoritas yang menjalani operasi pengencangan wajah.
3. Blefaroplasty
Dikenal juga sebagai operasi pengencangan mata atau operasi kelopak mata, blefaroplasty memperbaiki penampilan kelopak mata dengan menghilangkan kelebihan kulit dan lemak. Operasi ini dilakukan untuk mengurangi tampilan mata yang kendur atau lelah.
“Operasi blefaroplasty semakin populer, terutama di kalangan wanita muda dan paruh baya. Kami melihat semakin banyak pasien yang merasa area sekitar mata membuat mereka terlihat lelah meskipun bagian wajah lainnya tampak awet muda,” lapor Brissett.
Saat ini, semakin banyak wanita yang menjalani prosedur ini, dari selebriti hingga atlet terkenal.
“Ini juga merupakan prosedur dengan waktu pemulihan yang dapat dikelola dan hasil yang sangat berdampak. Pasien mencari penyegaran yang ditargetkan daripada perubahan seluruh wajah,” lanjut Brissett.
Kendati 3 prosedur bedah plastik tersebut sedang menjadi tren, Brissett menekankan ada masanya prosedur-prosedur tersebut kehilangan popularitasnya. Terlebih, saat ini muncul obat-obatan penurun berat badan yang juga dapat mengubah estetika wajah.
Selain itu, meskipun kesenjangan gender semakin mengecil untuk beberapa prosedur, termasuk operasi kelopak mata dan pengencangan wajah, kaum pria ternyata masih jauh melampaui wanita dalam satu perawatan, dengan jumlah sekitar dua kali lipat pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
