Kenali Gejala Alopecia Areata, Rambut Rontok Tiba-Tiba Hingga Sebabkan Kebotakan

Ilustrasi pengidap alopecia areata/Foto : Dok. Freepik Ilustrasi pengidap alopecia areata/Foto : Dok. Freepik

Jakarta, GPriority.co.id – Alopecia areata merupakan penyakit autoimun yang menyebabkan kerontokan rambut secara tiba-tiba, biasanya dalam bentuk bercak-bercak botak di kulit kepala. Kondisi ini dapat menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita, termasuk anak-anak.

Meskipun tidak menular dan tidak mengancam jiwa, alopecia areata sering kali berdampak besar pada rasa percaya diri penderitanya.

Dilansir dari laman Cleveland Clinic, alopecia areata terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang folikel rambut, yaitu bagian kulit tempat rambut tumbuh.

Akibatnya, pertumbuhan rambut terganggu dan rambut rontok dalam jumlah cukup banyak dalam waktu singkat. Penyakit ini berbeda dengan kebotakan biasa atau faktor genetik seperti androgenetic alopecia.

Dalam beberapa kasus, kerontokan hanya terjadi pada sebagian kecil kulit kepala. Namun, pada kondisi yang lebih parah, rambut bisa rontok di seluruh kepala (alopecia totalis) atau bahkan di seluruh tubuh (alopecia universalis).

Hingga saat ini, penyebab pasti alopecia areata belum sepenuhnya diketahui. Namun, para ahli meyakini bahwa faktor autoimun menjadi pemicu utama. Selain itu, ada beberapa faktor yang diduga meningkatkan risiko, antara lain:

– riwayat keluarga dengan penyakit autoimun
– stres berat atau trauma emosional
– infeksi virus tertentu
– dan gangguan sistem kekebalan tubuh.

Kondisi ini sering dikaitkan dengan penyakit autoimun lain seperti gangguan tiroid, vitiligo, dan diabetes tipe 1.

Gejala Alopecia Areata

Perlu diketahui, gejala utama alopecia areata adalah munculnya bercak botak berbentuk bulat atau oval di kulit kepala. Berikut beberapa tanda yang perlu diwaspadai.

– Kerontokan rambut mendadak dalam jumlah banyak
– Bercak botak dengan permukaan kulit yang halus
– Rambut di sekitar area botak mudah dicabut
– Perubahan pada kuku, seperti cekungan kecil atau kuku rapuh.

Pada sebagian penderita, rambut dapat tumbuh kembali dalam beberapa bulan. Namun, ada juga yang mengalami kerontokan berulang.

Cara Mengatasi Alopecia Areata

Hingga kini belum ada obat yang benar-benar menyembuhkan alopecia areata secara permanen. Namun, beberapa metode pengobatan dapat membantu merangsang pertumbuhan rambut, seperti :

– Kortikosteroid – Diberikan dalam bentuk suntikan, krim, atau tablet untuk menekan respons autoimun.
– Imunoterapi topikal – Menggunakan bahan kimia tertentu untuk memicu reaksi alergi ringan agar sistem imun berhenti menyerang folikel rambut.
– Minoxidil – Obat oles yang membantu merangsang pertumbuhan rambut.
– Terapi cahaya (phototherapy) pada kasus tertentu.
Selain pengobatan medis, mengelola stres juga sangat penting karena stres dapat memperburuk kondisi ini.

Pada banyak kasus, rambut dapat tumbuh kembali tanpa pengobatan dalam waktu 6–12 bulan. Namun, kemungkinan kambuh tetap ada. Tingkat keberhasilan terapi sangat bergantung pada tingkat keparahan dan respons tubuh masing-masing individu.

Karena dampaknya yang cukup besar terhadap psikologis, penderita alopecia areata juga disarankan untuk mendapatkan dukungan emosional, baik dari keluarga, teman, maupun komunitas pendukung.