Kurang Tidur, Hakim Konstitusi Anwar Usman Tumbang Usai Wisuda Purnabakti

Momen saat Hakim Konstitusi Anwar Usman, “tumbang” usai mengikuti prosesi wisuda purnabakti di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Senin (13/4)/Foto : Dok. YouTube Mahkamah Konstitusi RI Momen saat Hakim Konstitusi Anwar Usman, “tumbang” usai mengikuti prosesi wisuda purnabakti di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Senin (13/4)/Foto : Dok. YouTube Mahkamah Konstitusi RI

Jakarta, GPriority.co.id – Hakim Konstitusi Anwar Usman, dilaporkan “tumbang” usai mengikuti prosesi wisuda purnabakti di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Senin (13/4). Peristiwa ini terjadi saat rangkaian acara resmi baru saja selesai digelar.

Insiden tersebut sempat mengejutkan para tamu undangan dan pegawai MK yang hadir dalam acara pelepasan hakim konstitusi tersebut. Berdasarkan laporan media kredibel, Anwar Usman terlihat melemah ketika berjalan keluar dari ruang sidang setelah prosesi kirab purnabakti.

Dilansir dari berita video ANTARA pada Selasa (14/4), dalam momen tersebut, Mantan Ketua MK itu juga sempat menyalami jajaran pegawai MK yang berbaris di sepanjang jalur keluar. Namun, tak lama kemudian, kondisinya menurun hingga akhirnya jatuh dan harus segera dibawa ke ruang tunggu untuk mendapatkan penanganan.

Meski sempat membuat khawatir, kondisi Anwar Usman tidak berlangsung lama. Ia dilaporkan kembali sadar setelah beberapa saat mendapatkan perawatan. Pihak Mahkamah Konstitusi memberikan penjelasan terkait kondisi tersebut.

Sekretaris Jenderal MK, Heru Setiawan, menyatakan bahwa Anwar Usman sebenarnya tidak sepenuhnya pingsan, melainkan mengalami penurunan kondisi fisik akibat kelelahan.

“Pak Anwar masih sadar (belum pingsan), beliau lemah kondisinya karena gula darahnya turun. Kelelahan karena terlalu lama berdiri tadi,” ujarnya dikutip dari ANTARA.

Penjelasan tersebut menegaskan bahwa kondisi “tumbang” yang dialami Anwar lebih disebabkan faktor fisik, bukan gangguan kesehatan serius. Selain itu, rangkaian acara wisuda purnabakti yang cukup panjang turut menjadi faktor yang memengaruhi kondisi tubuhnya.

Secara terpisah, Anwar Usman sendiri mengungkapkan penyebab lain yang memperparah kondisinya. Ia mengaku kurang tidur sebelum menghadiri acara penting tersebut.

“Tadi itu kurang tidur, terus terang aja. Sampai subuh begadang,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan bahwa dirinya belum sempat makan sebelum mengikuti rangkaian acara, sehingga kondisi tubuhnya semakin melemah. Faktor kelelahan dan kurangnya asupan energi menjadi kombinasi yang membuatnya tidak mampu bertahan hingga akhir acara.

Peristiwa ini terjadi di tengah momen penting dalam karier Anwar Usman. Ia resmi memasuki masa purnabakti setelah mengabdi sebagai hakim konstitusi selama kurang lebih 15 tahun.

Dalam acara tersebut, Mahkamah Konstitusi juga menyambut hakim baru yang akan menggantikan posisinya. Transisi ini menandai berakhirnya perjalanan panjang Anwar Usman di lembaga peradilan konstitusi Indonesia.

Meski sempat mengalami insiden kesehatan, Anwar Usman tetap menunjukkan sikap tenang. Bahkan setelah beristirahat, ia kembali menemui wartawan dan memberikan keterangan terkait kondisinya.

Ia juga mengungkapkan perasaan pribadinya setelah menyelesaikan masa tugas. Dalam pernyataannya, ia mengaku lega telah menuntaskan pengabdiannya.

“Saya sudah plong sekarang, terus terang saja,” sebutnya.

Momen wisuda purnabakti ini juga diwarnai suasana emosional. Anwar Usman tampak terharu saat mengenang perjalanan kariernya selama menjabat sebagai hakim konstitusi. Ia bahkan sempat meneteskan air mata ketika riwayat pengabdiannya ditampilkan dalam acara tersebut.