Bekasi, Gpriority.co.id – Sebuah Kereta Rel Listrik (KRL) tujuan Bekasi ditabrak kereta jarak jauh tepat di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam. Kecelakaan antara kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line itu menyebabkan salah satu gerbong ringsek, sejumlah penumpang terjepit, dan jalur kereta sementara lumpuh.
Menurut seorang saksi mata di lokasi, Maksus, insiden bermula sekitar pukul 20.00 WIB ketika sebuah mobil mogok di perlintasan rel dekat Stasiun Bekasi Timur. KRL yang seharusnya melanjutkan perjalanan berhenti karena kendaraan itu menghalangi jalur, sehingga pergerakan kedua kereta menjadi terganggu.
Sekitar lima menit kemudian, KRL yang dinaiki Maksus kembali berjalan, namun tanpa dinyana ditabrak dari belakang oleh kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek. “Kereta yang saya naiki jalan sendiri, ndak taunya ditabrak dari belakang oleh kereta jarak jauh,” katanya.
Akibat benturan keras, gerbong perempuan yang berada di bagian paling belakang rangkaian KRL mengalami kerusakan parah. Maksus menjelaskan, kepala kereta jarak jauh masuk sampai sekitar setengah bagian gerbong perempuan, membuat struktur gerbong penyok dan ringsek.
Gerbong yang biasanya digunakan khusus untuk penumpang wanita itu menjadi lokasi paling parah dalam insiden ini. Sejumlah penumpang tertahan dan terjepit di dalam gerbong, sehingga petugas dan warga sekitar harus berjibaku melakukan evakuasi.
Warga sekitar mengatakan proses evakuasi berlangsung selama sekitar setengah jam. Para penumpang yang terjepit dikeluarkan satu per satu, sementara beberapa orang yang mengalami luka serius langsung dievakuasi ke mushala dan fasilitas medis darurat di sekitar stasiun.
Berdasarkan informasi awal dari operator kereta, setidaknya ada empat korban tercatat dalam kecelakaan ini, terdiri atas satu awak kereta dan tiga penumpang yang terjepit, meski jumlah pasti dan kondisi terperinci belum dirilis resmi oleh PT KAI dan KAI Commuter.
Jalur KRL lumpuh sementara
Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek 4 rute Gambir–Surabaya Pasarturi yang head‑to‑head dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur juga membuat jalur kereta sementara tak dapat dilalui. KAI Commuter menyatakan sedang fokus melakukan penanganan darurat dan pemulihan operasional, sementara layanan KRL di sekitar Bekasi Timur dan Manggarai mengalami gangguan dan keterlambatan.
Petugas keamanan dan tim evakuasi stasiun terlihat bergegas menuju lokasi kejadian usai tabrakan terjadi sekitar pukul 20.55 WIB. Di beberapa rekaman video yang beredar, terlihat personel berusaha mengevakuasi korban, memotong bagian gerbong yang terjepit, dan memberikan pertolongan pertama kepada penumpang yang mengalami lebam dan luka.
KAI Commuter dan PT KAI melalui sejumlah pernyataan awal membenarkan adanya insiden operasional di Stasiun Bekasi Timur, serta menyampaikan permintaan maaf kepada penumpang atas ketidaknyamanan dan bahaya yang terjadi akibat kecelakaan ini.
Foto : Istimewa
