Update Jumlah Korban Kecelakaan KA Bekasi Timur: 7 Tewas, 81 Luka-Luka

PT KAI sebut jumlah korban kecelakaan KA Bekasi Timur terus bertambah/Foto : Dok. Istimewa PT KAI sebut jumlah korban kecelakaan KA Bekasi Timur terus bertambah/Foto : Dok. Istimewa

Bekasi, GPriority.co.id – Insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur menjadi sorotan nasional setelah menelan korban jiwa dan puluhan luka.

Peristiwa ini melibatkan tabrakan antara kereta Commuter Line dan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek pada Senin malam (27/4), yang hingga kini masih dalam penyelidikan.

Berdasarkan laporan terbaru dari PT Kereta Api Indonesia (KAI), jumlah korban terus bertambah.

“Saya meng-update jumlah korban pada kecelakaan kereta pada tadi malam. Meninggal dunia itu 7 orang, dan luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang. Ada yang masih terperangkap 3 orang,” lapor Dirut PT KAI Bobby Rasyidin dalam keterangan resminya. Ia juga menegaskan, penanganan korban masih menjadi prioritas utama.

Sementara itu, proses evakuasi korban berlangsung cepat dan melibatkan berbagai pihak. Data di lapangan menunjukkan sedikitnya 74 korban luka telah dievakuasi ke tiga rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Kecelakaan bermula ketika taksi Green SM menerobos palang pintu kereta. Disaat yang bersamaan, Commuter Line berhenti di jalur Stasiun Bekasi Timur. Tidak lama kemudian, kereta jarak jauh yang melaju dari arah barat masuk ke jalur yang sama dan menabrak bagian belakang kereta yang sedang berhenti. Benturan keras menyebabkan kerusakan parah pada gerbong, terutama di bagian belakang.

Beberapa penumpang dilaporkan mengalami luka serius, bahkan ada yang terjepit di dalam gerbong sehingga membutuhkan proses evakuasi khusus oleh tim penyelamat. Kondisi ini membuat petugas harus bekerja cepat untuk menyelamatkan korban di lokasi kejadian.

Korban luka segera dibawa ke sejumlah rumah sakit di sekitar Bekasi. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap menggunakan ambulans dan bantuan tim medis.

Petugas gabungan dari KAI, kepolisian, dan tim SAR diterjunkan untuk menangani situasi darurat ini. Mereka tidak hanya mengevakuasi korban, tetapi juga memastikan area aman dari risiko lanjutan.

Kecelakaan ini berdampak besar terhadap operasional perjalanan kereta, terutama di lintas Bekasi–Cikarang yang merupakan salah satu jalur tersibuk di wilayah Jabodetabek. Sejumlah perjalanan kereta mengalami keterlambatan hingga pembatalan.