Viral Sopir Mobil MBG di Depok Ketahuan Nyambi Jadi Kurir Sabu

Depok, GPriority.co.id – Kasus narkoba kembali mencoreng perhatian publik setelah polisi menangkap seorang pria berinisial A di kawasan Pancoran Mas, Depok, yang diketahui bekerja sebagai sopir dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain berprofesi sebagai sopir distribusi makanan, A diduga terlibat sebagai kurir narkoba jenis sabu.

Menurut laporan Kompas, penangkapan dilakukan setelah aparat lebih dulu mengamankan seorang pedagang pecel lele berinisial D di wilayah Tajurhalang, Bogor.

Saat ditangkap, D kedapatan membawa paket sabu siap edar seberat 1,03 gram yang disimpan untuk diperjualbelikan. Dari hasil pemeriksaan awal, polisi kemudian melakukan pengembangan hingga akhirnya mengarah kepada A.

Kapolsek Tajurhalang menjelaskan, penangkapan terhadap kedua pelaku dilakukan tanpa perlawanan. Polisi juga menyebut A bukan hanya berperan sebagai kurir, tetapi diduga ikut mengonsumsi narkoba.

“Yang bersangkutan juga merupakan pengguna narkotika jenis sabu,” ujar pihak kepolisian dalam keterangannya kepada media.

Dalam proses penangkapan, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa paket sabu, alat hisap, serta telepon genggam yang diduga digunakan untuk transaksi narkoba. Saat ini kedua tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap jaringan peredaran narkotika yang lebih luas.

Polisi juga masih memburu pemasok utama sabu yang diduga menjadi sumber barang haram tersebut. Identitas pemasok telah dikantongi dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kasus ini menjadi perhatian karena melibatkan pekerja program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa program MBG harus dijalankan secara bersih, profesional, dan benar-benar memberikan manfaat langsung bagi rakyat. Pemerintah juga berulang kali mengingatkan pentingnya integritas seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.

“Program ini untuk masa depan anak-anak Indonesia dan harus dijaga bersama,” kata Prabowo dikutip dari laman Sekretariat Negara.

Pihak kepolisian menegaskan kasus narkoba yang melibatkan sopir MBG ini merupakan tindakan individu dan tidak berkaitan langsung dengan kebijakan program pemerintah. Meski demikian, aparat memastikan proses hukum akan berjalan tegas sesuai aturan yang berlaku.