Jakarta, GPriority.co.id – Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid memaparkan upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang dalam menangani permukiman kumuh secara terpadu dan berkelanjutan. Paparan tersebut disampaikan dalam Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu di Auditorium BRIN, Jakarta, Senin (14/9).
Maesyal mengatakan, penanganan permukiman kumuh tidak cukup hanya berfokus pada pembangunan fisik. Menurutnya, keberlanjutan program membutuhkan keterpaduan lintas sektor agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Yang terpenting adalah keterpaduan itu pasti ada di indikator lintas sektornya, jadi bukan soal fisik,” ujar Maesyal dalam paparannya.
Ia menjelaskan, Kabupaten Tangerang memiliki karakteristik wilayah yang cukup kompleks. Daerah yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta itu memiliki sekitar 3,5 juta penduduk, 246 desa dan 29 kecamatan, dengan potensi wilayah berupa permukiman, perumahan, industri, pertanian, hingga kawasan pesisir.
Salah satu fokus Pemkab Tangerang dalam penataan kawasan adalah wilayah pesisir. Maesyal menyebut terdapat delapan kecamatan di Kabupaten Tangerang yang berbatasan dengan pesisir dengan garis pantai mencapai sekitar 51 kilometer.
Salah satu program penataan dilakukan di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk. Di lokasi tersebut terdapat lahan seluas sekitar 1,2 hektare yang sebelumnya tidak tertata dan kurang produktif.
Pemkab Tangerang kemudian mendorong kolaborasi dengan sejumlah pihak, di antaranya Habitat for Humanity, pemerintah daerah, koperasi, serta masyarakat nelayan setempat. Lahan tersebut kemudian ditata menjadi kawasan hunian bagi masyarakat.
“Habitat dibangun menjadi 110 hunian. 110 hunian tersebut ditempati oleh sebagian besar memang nelayan,” kata Maesyal.
Selain menyediakan hunian layak, Pemkab Tangerang turut membangun sejumlah infrastruktur pendukung, seperti jalan, saluran air, dan penerangan jalan. Pemerintah juga memberikan pelatihan bagi istri para nelayan agar memiliki aktivitas ekonomi yang dapat meningkatkan kapasitas dan kontribusi perempuan dalam keluarga.
Maesyal berharap penataan tersebut tidak hanya mengubah kawasan kumuh menjadi hunian sehat, tetapi juga menciptakan lingkungan yang produktif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan.
“Kami menata wilayah tersebut menjadi wilayah yang lebih produktif,” ujarnya.
