Ziarah ke Makam Marsinah, Prabowo ungkap Perjuangan Marsinah

Nganjuk, Gpriority.co.id – Di sela perjalanan kunjungan kerjanya di Jawa Timur pada Sabtu (16/5), Presiden Prabowo Subianto melaksanakan ziarah ke makam Marsinah, buruh perempuan asal Kabupaten Nganjuk yang dikenang sebagai simbol keberanian dan perjuangan hak-hak pekerja di Indonesia. Agenda tersebut berlangsung khidmat dan penuh penghormatan, sekaligus menjadi simbol pengakuan negara terhadap perjuangan kaum buruh.

Ziarah dilakukan usai Presiden meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk. Lokasi makam Marsinah berada sekitar satu kilometer dari kompleks museum. Setibanya di area pemakaman, Presiden Prabowo berjalan menuju pusara Marsinah didampingi sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih. Di hadapan makam, Presiden menaburkan bunga dan berdoa sejenak untuk mendiang Marsinah sebagai bentuk penghormatan dan kenangan.

Dalam sambutannya saat peresmian museum, Presiden Prabowo menyatakan bahwa gagasan penobatan tokoh buruh sebagai pahlawan nasional berasal langsung dari aspirasi para pekerja di seluruh Indonesia. Menurutnya, berbagai organisasi buruh sepakat menyerukan satu nama yang paling mewakili perjuangan kaum pekerja, yaitu Marsinah. “Marsinah bukan hanya simbol perjuangan buruh, tetapi juga pengingat bahwa keberanian dan pengorbanan rakyat kecil menjadi pondasi Indonesia yang lebih adil dan berkeadilan sosial,” ujar Presiden.

Prabowo: Kekuatan Indonesia di Persatuan dan Politik Bebas Aktif

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kekuatan Indonesia terletak pada persatuan nasional, penghormatan terhadap ajaran para pendiri bangsa, serta komitmen untuk menjalankan politik luar negeri bebas aktif. Ia menekankan bahwa Indonesia terus memilih untuk menjadi mitra yang baik bagi seluruh negara, tanpa mengikuti blok tertentu.

Presiden mengemukakan bahwa Indonesia terus memperkuat hubungan dengan negara‑negara sahabat dan tetangga, serta mengejar penyelesaian sejumlah persoalan bilateral yang telah berlangsung bertahun‑tahun. “Kita tidak mencari musuh, tetapi kita teguh menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional melalui dialog dan diplomasi,” tegasnya.

Ketahanan Pangan dan Energi Ditegaskan Aman

Di tengah ketidakpastian global, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa kondisi ketahanan pangan dan energi Indonesia tetap aman, didukung oleh kekayaan sumber daya alam dan potensi pertanian yang besar. Kepala Negara menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat sektor pertanian, kelautan, dan energi baru terbarukan untuk menjaga keberlanjutan dan ketahanan nasional.

Dengan peresmian Museum Marsinah dan Rumah Singgah sebagai pusat edukasi, pelestarian memori perjuangan buruh, serta pengayaan literasi sejarah sosial, pemerintah berharap generasi muda mampu mengenang dan melanjutkan nilai keberanian, keadilan, dan kepekaan sosial yang diwariskan Marsinah.

Foto : BPMI Setpres