Jakarta Rawan Kriminal, Berikut 12 Titik Rawan Begal dan Modus yang Harus Diwaspadai

Ilustrasi aksi begal yang marak di Jakarta/Foto : Dok. Shutterstock Ilustrasi aksi begal yang marak di Jakarta/Foto : Dok. Shutterstock

Jakarta, GPriority.co.id – Belakangan ini Jakarta terasa mencekam usai beredar berita maraknya aksi begal dan kriminalitas di wilayah Jakarta Barat. Bahkan sampai mendapat julukan baru sebagai “Gotham City”.

Masyarakat semakin takut karena aksi kriminalitas tersebut dilakukan dengan nekat di siang hari. Merespon hal tersebut, Polda Metro Jaya pun membentuk Satgas Pemburu Begal yang bertugas patroli 24 jam penuh di titik-titik rawan.

Sebagai informasi, berdasarkan data terbaru pada bulan Mei 2026, polisi telah menangani 171 laporan kasus kejahatan jalanan sejak Januari 2026. Mulai dari begal, pencurian kendaraan bermotor, hingga penjambretan.

Laporan ANTARA menyebut, 103 tersangka berhasil diamankan. Oleh karenanya, polisi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara, terutama ketika melintas senidirian pada malam hingga dini hari.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini titik rawan begal di Jakarta dan modus begal yang harus diwaspadai.

1. Jalan Arjuna Utara (Kebon Jeruk)
Berdasarkan laporan terbaru, korban begal didorong ke selokan dan dibacok oleh komplotan bersajam.

2. Kawasan Palmerah & Tamansari
Kawasan ini rawan jambret dan begal dengan aksi nekat.

3. Tambora & Grogol Petamburan
Sering ada pembacokan dengan berkedok tawuran.

4. Kuningan (Dekat TPU Menteng Pulo, Jaksel)
Terbaru, kejadian pengendara motor dibegal tiga motor komplotan bersajam. Handphone korban raib di lokasi yang gelap dan minim CCTV.

5. Flyover Kampung Melayu & Klender (Jaktim)
Jalur krusial ini fluktuatif namun sering diincar pelaku kriminal saat dini hari.

6. Duren Sawit (Jaktim)
Lokasi ini masuk ke dalam radar pemantauan kepolisian untuk operasi cipta kondisi.

7. Underpass Senen & Jalan Letjen Suprapto
Lokasi ini merupakan jalur klasik yang sangat sepi ketika tengah malam. Sering adanya laporan pemotor dipepet oleh komplotan yang membawa senjata tajam.

8. Kawasan Kemayoran (Jalan Benyamin Sueb)
Dengan jalur yang lebar dan lurus, sering digunakan untuk balap liar sekaligus rawan penjambretan dan begal, terutama di atas jam 12 malam.

9. Jalan RE Martadinata (Ancol-Tanjung Priok)
Jalur logistik yang minim penerangan di malam hari dan didominasi oleh truk besar. Selain itu banyak juga titik buta (blind spot) yang dimanfaatkan oleh pelaku untuk menodong pemotor.

10. Jalan Pluit Selatan & Kawasan Cilincing
Jalur ini rawan kriminalitas jalanan, terutama bajing loncat dan begal motor yang mengincar karyawan saat pulang malam.

11. Jalan Raya Bogor (Kramat Jati sampai Ciracas)
Dengan jalur yang panjang dan beberapa titik yang agak remang-remang, kasus pembegalan beebrapa kali pecah di sekitaran jalur ini saat dini hari.

12. Kawasan BKT (Banjir Kanal Timur)
Saat sore sampai malam, lokasinya ramai namun ketika lewat jam 2 pagi, area pinggir kali BKT sepi dan rawan kejahatan jalanan.

Adapun beberapa modus yang sering dilakukan antara lain modus bertanya alamat (berhenti dan berpura-pura untuk menanyakan arah, dan langsung menodongkan sajam saat lengah) dan modus pepet dan tendang (pelaku mengikuti dari belakang, lalu memepet dan menendang motor korban hingga terjatuh).

Sementara incaran utamanya ialah pengendara yang menepi di tepi jalan gelap untuk mengecek telepon genggam.