Jakarta, GPriority.co.id – Jepang membuka peluang kerja bagi sekitar 100.000 warga negara Indonesia (WNI) setiap tahun.
Informasi tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie, yang menyebut pemerintah tengah menyiapkan langkah untuk meningkatkan kompetensi calon tenaga kerja Indonesia agar mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja Jepang.
Stella mengatakan peluang tersebut muncul di tengah kebutuhan Jepang terhadap tenaga kerja. Pemerintah Indonesia kemudian merancang penguatan persiapan calon pekerja melalui koordinasi career center di berbagai perguruan tinggi.
“Kita baru selesai rapat pimpinan dan ada berita baik yang saya dengar dari Pak Sekjen bahwa Jepang menawarkan kesempatan untuk bekerja untuk 100.000 orang Indonesia,” ungkap Stella dalam unggahan video yang dikutip dari detikEdu, Jumat (14/8).
Menurut Stella, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto telah mengarahkan pembentukan satuan tugas (satgas) yang akan menaungi career center di universitas-universitas.
Satgas tersebut nantinya bertugas merancang pola peningkatan kompetensi agar calon pekerja Indonesia memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan di Jepang.
“Pak Menteri memerintahkan dibentuk satgas untuk para career center di universitas-universitas,” ujar Stella.
Ia menambahkan, pelatihan kompetensi menjadi bagian penting agar peluang kerja tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh tenaga kerja Indonesia.
“Agar siap dikirim 100.000 orang per tahun ke Jepang,” katanya.
Perkuat Kompetensi Calon Pekerja
Rencana tersebut menempatkan perguruan tinggi sebagai salah satu bagian dari ekosistem persiapan tenaga kerja untuk pasar internasional. Melalui career center, calon pekerja diharapkan memperoleh akses terhadap informasi, pelatihan, serta pengembangan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Peluang kerja di Jepang bagi WNI bukan hal baru. Pemerintah sebelumnya telah menjalankan sejumlah program penempatan dan pelatihan. Kementerian Ketenagakerjaan, misalnya, telah menjalankan program Magang IM Japan sejak 1993. Program tersebut berfokus pada peningkatan kompetensi teknis peserta sesuai bidang pekerjaan yang diikuti.
Selain itu, program SMK Go Global juga menjadi salah satu upaya pemerintah menyiapkan lulusan pendidikan vokasi untuk bekerja di luar negeri. Program tersebut mencakup sejumlah bidang, antara lain keperawatan, manufaktur, konstruksi, pengelasan, perhotelan, transportasi, dan pertanian.
Dengan adanya peluang 100.000 pekerja per tahun, pemerintah perlu memastikan proses penyiapan calon pekerja tidak hanya berorientasi pada jumlah, tetapi juga kualitas dan kesiapan menghadapi lingkungan kerja di Jepang.
Penguasaan keterampilan teknis, kemampuan beradaptasi, serta pemahaman mengenai kebutuhan dunia kerja menjadi bagian penting agar kesempatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi pekerja Indonesia.
