Prabowo Ungkap Ramalan Ekonomi Indonesia 2050: Masuk 4 Besar Dunia

Presiden Prabowo menyebut sejumlah pakar dan institusi dunia memproyeksikan Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar keempat di dunia pada 2050/Foto : Dok. Istimewa Presiden Prabowo menyebut sejumlah pakar dan institusi dunia memproyeksikan Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar keempat di dunia pada 2050/Foto : Dok. Istimewa

Jakarta, GPriority.co.id – Presiden Prabowo Subianto optimistis terhadap masa depan ekonomi Indonesia. Ia menyebut sejumlah pakar dan institusi dunia memproyeksikan Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar keempat di dunia pada 2050.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri puncak perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Jakarta, Rabu (9/9) malam. Menurutnya, proyeksi tersebut menunjukkan besarnya potensi Indonesia untuk menjadi salah satu kekuatan utama dunia.

“Intinya masa depan kita cerah. Semua pakar, semua institusi dunia menyampaikan bahwa Indonesia tahun 2050 akan menjadi negara keempat ekonomi terbesar di dunia. Mereka mengatakan kita akan menjadi one of the great powers,” ujar Prabowo.

Proyeksi Indonesia menjadi ekonomi terbesar keempat dunia bukan tanpa dasar. Dalam kajian The World in 2050, PwC memproyeksikan Indonesia berada di posisi keempat berdasarkan ukuran ekonomi dengan metode purchasing power parity (PPP) pada 2050, di bawah China, India, dan Amerika Serikat.

Meski optimistis, Prabowo mengingatkan masyarakat Indonesia agar tidak bersikap sombong. Ia justru menilai masih ada persoalan kesadaran di tengah masyarakat mengenai besarnya potensi ekonomi dan kekuatan Indonesia.

“Kita tidak boleh sombong, tetapi mereka mengatakan kadang-kadang orang Indonesia ini tidak sadar betapa besar dan potensi kuat kita,” kata Prabowo.

Prabowo juga menyoroti peran generasi muda Indonesia dalam mewujudkan proyeksi ekonomi tersebut. Menurutnya, ketika Indonesia memasuki 2050, generasi muda saat ini akan menjadi pihak yang memegang tanggung jawab utama dalam memimpin bangsa.

Ia menggambarkan generasinya bersama Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai “anak tangga” bagi generasi berikutnya untuk mengambil alih tanggung jawab dan meneruskan kebangkitan Indonesia.

“2050 adalah 24 tahun lagi. 24 tahun lagi itu adalah masa yang muda-muda. Pak SBY dan saya, ya kita generasi ibarat kami adalah anak tangga yang akan digunakan oleh generasi yang lebih muda kita untuk naik, untuk mengambil alih tanggung jawab, untuk meneruskan kebangkitan bangsa Indonesia,” terang Prabowo.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan dukungan partainya terhadap pemerintahan Prabowo akan diberikan secara loyal dan bertanggung jawab. Namun, Demokrat tetap berkomitmen mendengarkan aspirasi masyarakat agar dukungan kepada pemerintah berjalan seiring dengan keberpihakan kepada rakyat.

Optimisme tersebut menempatkan ekonomi Indonesia 2050 dan peran generasi muda sebagai bagian penting dari visi jangka panjang pembangunan nasional. Tantangannya adalah memastikan potensi tersebut diterjemahkan menjadi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.