Jakarta, GPriority.co.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memberikan tanggapan atas pujian Presiden Prabowo Subianto terhadap kinerjanya sebagai Gubernur Jakarta. Pramono memilih menyerahkan penilaian mengenai kinerjanya kepada masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat ditemui di Gedung PMI Jakarta, Kamis (17/9), sehari setelah Presiden Prabowo memberikan apresiasi dalam acara peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai.
“Kalau dipuji, itu nanti biar publik lah yang menilai,” kata Pramono, seperti dikutip ANTARA.
Pujian Presiden Prabowo kepada Pramono Anung disampaikan saat meresmikan operasional LRT Jakarta Fase 1B di Stasiun Manggarai, Jakarta, Rabu (16/9). Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengakui kinerja Pramono sebagai gubernur meskipun keduanya berasal dari partai politik yang berbeda.
“Saya harus akui kalau ada gubernur yang hebat, saya akui dia hebat. Walaupun bukan dari partai saya,” ujar Prabowo dalam sambutannya.
Prabowo juga menekankan bahwa perbedaan latar belakang politik tidak seharusnya menghambat kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Menurut dia, pemimpin yang telah memperoleh mandat melalui pemilihan umum memiliki tanggung jawab untuk melayani masyarakat.
“Kita bisa saling menghormati, karena kita sadar, di dalam hati sanubari kita, bahwa kita dipilih oleh rakyat,” kata Prabowo.
Presiden kemudian mengapresiasi perkembangan Jakarta yang dilaporkan Pramono dalam acara tersebut. Prabowo menyoroti pertumbuhan ekonomi dan peningkatan investasi di ibu kota sebagai bagian dari perkembangan yang terjadi di Jakarta.
Sebelumnya, Pramono menyampaikan bahwa ekonomi Jakarta pada triwulan II 2026 tumbuh 5,52 persen, sementara inflasi berada pada level 2,5 persen. Jakarta juga disebut memberikan kontribusi sebesar 16,32 persen terhadap perekonomian nasional.
Pramono juga melaporkan peningkatan investasi Jakarta. Ia menyebut investasi sepanjang 2025 mencapai Rp270 triliun, sedangkan pada triwulan II 2026 telah mencapai Rp173 triliun. Menurut Pramono, peningkatan tersebut berkaitan dengan rasa aman, kenyamanan, serta kepercayaan investor terhadap Jakarta.
Di sisi lain, peresmian LRT Kelapa Gading-Manggarai menjadi salah satu bentuk kerja sama pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta dalam memperkuat transportasi publik. Jalur Fase 1B tersebut memiliki panjang 12,2 kilometer dan melayani 11 stasiun.
