Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama sejumlah kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah memperkuat pemanfaatan empat candi di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai pusat wisata religi dan spiritual dunia.
Empat candi tersebut yakni Candi Prambanan, Candi Borobudur, Candi Mendut, dan Candi Pawon. Penguatan pemanfaatan kawasan dilakukan melalui pembaruan nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani di Jakarta pada Kamis (17/9).
Kerja sama ini melibatkan Kementerian Pariwisata, Kementerian Agama, Kementerian Kebudayaan, BP BUMN, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta Pemerintah Provinsi DIY. Tujuannya tidak hanya mengembangkan pariwisata, tetapi juga memastikan fungsi keagamaan dan pelestarian cagar budaya tetap berjalan beriringan.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan pembaruan MoU dilakukan untuk menyesuaikan tata kelola pemerintahan sekaligus memperluas ruang lingkup kerja sama.
“Lebih dari itu, pembaruan ini menyempurnakan ruang lingkup kerja sama agar lebih adaptif, relevan, serta responsif terhadap dinamika pengembangan wisata di kawasan candi ke depan,” kata Widiyanti.
Dalam kesepakatan tersebut, Candi Prambanan diarahkan sebagai tempat peribadatan umat Hindu, sedangkan Candi Borobudur, Mendut, dan Pawon digunakan untuk kegiatan peribadatan umat Buddha.
Keempat kawasan juga dikembangkan sebagai pusat Tirtha Yatra umat Hindu dan Dharmayatra umat Buddha, pusat wisata religi dan kebudayaan, serta lokasi riset dan inovasi mengenai agama, sejarah, seni, dan budaya.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menekankan bahwa pemanfaatan candi harus tetap memperhatikan pelestarian warisan budaya sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Wisatawan dapat menikmati warisan sejarah dan warisan budaya dengan pengalaman yang penuh makna, sementara masyarakat sekitar, ekonomi daerah, bahkan ekonomi nasional dapat tumbuh,” ujar Pratikno.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan pengembangan tersebut juga harus menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian candi.
“Ke depan kami ingin Prambanan, Candi Borobudur, Candi Mendut, dan Candi Pawon tidak hanya menjadi destinasi yang dikunjungi, tetapi menjadi pusat spiritualitas dunia, tempat umat beribadah dengan khidmat. Karena itu, saya mengajak seluruh pihak untuk menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian,” ujar Nasaruddin.
Data Kemenpar menunjukkan kegiatan keagamaan Buddha di kawasan Borobudur, Mendut, dan Pawon pada 2025 diikuti 33.556 peserta, meningkat dibandingkan 2024 yang mencapai 24.894 peserta. Sementara Upacara Tawur Agung Kesanga di Prambanan pada 2024 diperkirakan diikuti sekitar 10.000 umat.
