Harta Kekayaan Eks Menperin Agus Gumiwang Jadi Sorotan Usai Dicopot, Punya Utang Rp98,9 Miliar

Harta kekayaan eks Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita jadi sorotan usai dicopot dari jabatannya pada 1 Oktober 2026 lalu/Foto : Dok. Istimewa Harta kekayaan eks Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita jadi sorotan usai dicopot dari jabatannya pada 1 Oktober 2026 lalu/Foto : Dok. Istimewa

Jakarta, GPriority.co.id – Presiden Prabowo Subianto memberhentikan Agus Gumiwang Kartasasmita dari jabatan Menteri Perindustrian pada 1 Oktober 2026. Pergantian tersebut menjadi sorotan karena Agus sedang menjalankan tugas kedinasan di Amerika Serikat ketika Muhammad Sarmuji dilantik sebagai penggantinya di Istana Negara.

Pengangkatan Sarmuji dituangkan dalam Keputusan Presiden Nomor 104/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih periode 2024-2029. Sarmuji, yang juga politikus Partai Golkar, menggantikan Agus dalam reshuffle kabinet ketujuh pemerintahan Prabowo.

Saat pergantian berlangsung, Agus diketahui tengah menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri Global Forum on Steel Excess Capacity (GFSEC) 2026 di Amerika Serikat. Kondisi tersebut memunculkan berbagai spekulasi mengenai alasan pergantian, termasuk dugaan dinamika internal Partai Golkar.

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai tidak terlihat alasan kuat dari sisi kinerja yang dapat menjelaskan pencopotan Agus. Ia menduga keputusan tersebut bisa saja berkaitan dengan dinamika internal Golkar yang terdiri atas sejumlah kelompok atau faksi.

Namun, politikus Golkar sekaligus Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga membantah dugaan tersebut.

“Enggak ada faksi. Itu kan hak prerogatif presiden. Mau kapan memberhentikan, kapan mengangkat pembantu-pembantunya kan itu hak prerogatif presiden. Bukan karena didasarkan oleh faksi-faksi,” ujar Lamhot.

Agus Gumiwang menjabat Menteri Perindustrian sejak Oktober 2019, setelah sebelumnya menjadi Menteri Sosial pada pemerintahan Presiden Joko Widodo. Dengan demikian, ia memimpin Kementerian Perindustrian selama hampir tujuh tahun hingga pergantian pada Oktober 2026.

Selama periode tersebut, sektor industri pengolahan mencatat kontribusi yang meningkat terhadap perekonomian nasional. Berdasarkan data BPS, kontribusinya terhadap PDB naik dari 18,67 persen pada 2023 menjadi 18,98 persen pada 2024 dan 19,07 persen pada 2025. Pertumbuhan industri pengolahan juga mencapai 5,30 persen pada 2025.

Kementerian Perindustrian pada masa Agus juga mendorong sejumlah agenda, termasuk hilirisasi, penguatan industri manufaktur, dan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Setelah pergantian, Sarmuji menyatakan akan melanjutkan fondasi yang telah dibangun pendahulunya. Dalam serah terima jabatan, ia menyebut program yang sudah dirintis Agus akan diteruskan sekaligus diperkuat.

Sementara itu, berdasarkan LHKPN periode 2025 yang dilaporkan pada 30 Maret 2026, total harta Agus Gumiwang tercatat sekitar Rp244,7 miliar. Laporan tersebut mencakup tanah dan bangunan, alat transportasi dan mesin, harta bergerak lainnya, surat berharga, kas, serta harta lainnya, dengan kewajiban atau utang sekitar Rp98,9 miliar.

Dengan pergantian tersebut, Agus kini tidak lagi menduduki posisi Menteri Perindustrian, sementara Sarmuji mulai menjalankan tugas untuk melanjutkan agenda penguatan industri nasional.