Jakarta,Gpriority.co.id-Perkembangan inovasi batik hingga saat ini terus berkembang pesat, sehingga motif di setiap daerah berbeda-beda dan memiliki ciri khas tersendiri.
Ciri motif tersebut tentunya menjadi identitas untuk mengenal dari mana batik itu berasal, bermacam-macam motif seperti motif hewan, tumbuhan, dan masih banyak lainnya mampu menarik perhatian khalayak untuk memilikinya.
Salah satunya batik Marunda, batik ini diinisiasi oleh warga dari Kawasan rusun Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Pengarajin batik ini merupakan warga asli Jakarta yang menjadi korban gusuran yang saat ini menempati rusun tersebut.
Batik ini diinisasi oleh Ibu Iriana Jokowi, sebagai pembina Batik Marunda Irma G Sinurat menjelaskan “Pada waktu itu Pak Jokowi masih menjabat sebagai gubernur Jakarta, Ibu Iriana Jokowi jadi ketua dekranasda, kemudian menugaskan kita dekranasda untuk mendidik ibu-ibu ini, karena ibu-ibu ini biasanya mereka di sana pedagang, dan ada juga buruh cuci buruh serabutan, lalu mereka kita latih menjadi pembatik dari yang sama sekali tidak mengenal membatik” ujar Irma
Kemudian, batik kebanggaan warga Marunda ini memiliki motif yang beragam yang mana mengangkat ciri khas kota Jakarta, seperti flora dan fauna Jakarta, icon-icon Jakarta, rumah si Pitung, Pinisi, Museum Jakarta, hingga Museum Bahari. Ucap Irma.
Lalu untuk harga, Irma mengatakan “Untuk harga batik Marunda berkisar 900 ribu sampai 1,5 juta untuk kain, lalu untuk baju sekitar 2 juta agak mahal karena harus menjahit lagi. Tapi kami yakin itu tidak terlalu mahal, karena itu memang dikerjakan satu kain itu bisa 10 hari dikerjakannya, dan dipastikan batik Marunda itu batik tulis dibuat di Jakarta”. Pungkas Irma.
Tentunya aktifitas produktif ini mampu mendorong perekonomian warga khususnya ibu-ibu warga rusun Marunda.
Selain batik Marunda, ada batik lain di Jakarta Utara yakni, batik Sunter dan batik Koja. Jadi bagi warga Jakarta yang ingin pakai batik gak perlu jauh-jauh ke luar kota, di rusun Marunda tersedia.(Da)
