Pemerintah Prioritaskan Lima Isu dalam Keketuaan ASEAN 2023

Penulis : Dimas | Editor : Haris | Foto : Dimas

Jakarta,GPriority.co.id-Pemerintah melalui (Kemlu) Kementerian Luar negeri prioritaskan lima isu dalam Keketuaan ASEAN 2023.

Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi dalam press briefing di Jakarta, Rabu (5/4/2023) mengatakan ada 5 isu prioritas dalam tiga pilar besar tema Ketetuaan Indonesia.

“Asean matters, di pilar ini sedang disiapkan sebuah visi besar ASEAN 2045 yang saat ini sedang disusun oleh High Level Task Force,” ujar Retno.

Masih di bawah ASEAN Matters, beberapa isu juga masih terus menjadi prioritas dan sedang dibahas terus menerus diantaranya:

  1. Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) akibat penyalahgunaan teknologi.
  2. Percepatan negosiasi teks Code of Conduct (COC).
  3. Penguatan institusionalisasi Dialog HAM di ASEAN;
  4. Penyusunan Peta Jalan keanggotaan penuh Timor-Leste di ASEAN; dan
  5. Penandatanganan Protokol SEANWFZ oleh Nuclear Weapon States (NWS) yang prosesnya terhenti pada 2012.

Adapun, dua pilar lainnya adalah Episentrum of growth dan ASEAN Outlook on the Indo-Pasifik.

Pilar Epicentrum of Growth, beberapa prioritas yang sedang dibahas dalam 3 bulan terakhir.

  1. Penguatan arsitektur kesehatan melalui One Health Initiative dan penguatan pendanaan darurat kesehatan untuk memperkuat keamanan kesehatan nasional dan kawasan.
  2. Kemudian, penguatan ketahanan pangan kawasan melalui ketersediaan pangan regional di masa krisis;
  3. Penguatan ketahanan energi termasuk melalui pembangunan ekosistem kendaraan listrik.
  4. Upaya Penguatan stabilitas keuangan kawasan termasuk melalui penggunaan mata uang negara ASEAN dalam transaksi perdagangan dan konektivitas mekanisme pembayaran di kawasan ASEAN.
  5. Dalam pertemuan Menkeu dan Bank Sentral ASEAN, disepakati komitmen negara ASEAN untuk menggunakan mata uang lokal dan perluasan konektivitas mekanisme pembayaran (regional payment connectivity) guna memperkuat stabilitas keuangan di kawasan.

Lalu, implementasi AOIP. Selama keketuaan Indonesia, Indonesia ingin melihat penguatan kerja sama konkret, dari AOIP dengan penekanan pada prinsip inklusivitas dan kerja sama ekonomi serta ekonomi pembangunan.

Jadi approach atau penekanan implementasi dari AOIP, bahwa prinsip kerja samanya adalah inklusif dan juga memprioritaskan pada kerja sama ekonomi dan pembangunan.

Oleh karena itu, sejalan dengan implementasi AOIP, Indonesia akan menjadi tuan rumah atau akan menyelenggarakan Flagship Event yaitu ASEAN-Indo-Pacific Forum.

Terakhir, Retno mengatakan semua sudah berjalan sesuai jalur. Selanjutnya akan mempersiapkan KTT ke-42 ASEAN di Labuan Bajo.

“Everything is on the right track so far, alhamdullilah. Indonesia akan terus bekerja keras untuk ASEAN dan tentunya untuk dunia,” jelas Retno

“Saat ini persiapan KTT ke-42 ASEAN di Labuan Bajo terus dimatangkan, baik dari aspek penyelenggaraannya maupun deliverables-nya,” tutupnya.