Penulis : Haris | Editor : Lina F | Foto : Kementan
Jakarta, GPriority.co.id-Dalam siaran persnya yang dikirim pada hari ini (5/4) Kementerian Pertanian meminta kepada awak media untuk menggunakan data BPS terkait produksi beras.
” Kami selalu menggunakan data dari Kerangka Sampling Area dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mencatat data beras yang diproduksi di Tanah Air,” tegas Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Suwandi.
Suwandi menjelaskan kenapa Kementan Menggunakan BPS. Karena BPS menggunakan Kerangka sampling dengan teknologi.
“Sudah pakai satelit kerjasama LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), sehingga, populasinya atau luasan total yang di-cover itu luas baku sawah 7,4 hektar itu dipotret dengan satelit,” jelasnya.
Satelit KSA tersebut, terang Suwandi mempunyai titik sampling di 220 ribu titik yang dapat memperlihatkan detail kondisi lahan pertanian mulai dari tanaman vegetatif, generatif hingga tanaman dengan potensi gagal panen.
“Melalui pantauan satelit dan pantauan langsung petugas BPS yang independen itu, KSA mempunyai dua data. Pertama data final yang akan keluar setelah sebulannya dan yang kedua adalah data perkiraan,” tegas Suwandi menutup siaran pers.
