Penulis : Haris | Editor : Lina F. | Foto : dok.pribadi |
Jakarta,GPriority.co.id-Telah disebutkan oleh para ulama bahwa malam lailatul qadar memiliki sejumlah keistimewaan.
“Malam seribu bulan ini memiliki keberkahan berlipat ganda karena terletak di bulan Ramadhan,” jelas Ustad Marwansyah Munir saat dihubungi via sambungan telepon, Senin (10/2).
Rasulullah SAW bersabda:
تحروا ليلة القدر في الوتر من العشر الأواخر من رمضان
“Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Lailatur Qadar memiliki keutamaan yang sangat luas. Berikut di antaranya:
- Di dalamnya Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk manusia untuk menjadi penjelasan dan pembeda antara yang hak dan yang batil.
- Lebih utama dari seribu bulan. Menurut perhitungan Syekh Abdul Halim Mahmud, seribu bulan (alfu syahrin) setara dengan 83 tahun 4 bulan yang merupakan umur standar manusia.
- Ketika melakukan shalat malam di saat lailatul qadar maka dosa-dosa terdahulu akan diampuni.
Lantas kapankah malam Lailatul Qadar terjadi? Dijelaskan oleh Ustad Marwansyah Munir, terjadi 10 malam terakhir.
Untuk ciri-cirinya, Marwansyah Munir mengatakan, Sebenarnya, tidak ada tanda-tanda pasti yang menunjukkan bahwa suatu malam adalah Lailatul Qadar, karena Allah SWT menyembunyikannya dari umat manusia.
Namun, ada beberapa ciri-ciri yang diriwayatkan oleh para sahabat dan ulama, yang bisa menjadi petunjuk bagi kita untuk mengenali malam tersebut. Berikut adalah beberapa ciri-ciri tersebut:
1. Malam tersebut adalah malam yang tenang, damai, dan tidak panas.
2. Malam tersebut adalah malam yang penuh cahaya, baik di langit maupun di bumi.
3. Malam tersebut adalah malam yang banyak diturunkan malaikat dan Jibril AS ke bumi dengan izin Allah SWT dari segala urusan.
4.Malam tersebut adalah malam yang banyak terkabulnya doa. Rasulullah SAW bersabda:
من قام ليلة القدر إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه ومن صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه
“Barangsiapa yang shalat pada malam Lailatul Qadar dengan penuh iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa yang berpuasa Ramadan dengan penuh iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
5. Malam tersebut adalah malam yang ada tanda-tanda di pagi harinya, seperti matahari yang terbit tanpa sinar yang menyilaukan, atau langit yang cerah tanpa awan. Semoga bermanfaat.
