Penulis : Haris | Editor : Lina F | Foto : GP
Jakarta, Gpriority.co.id-Menurut laman Very Well Health, selingkuh berulangkali dikategorikan masuk dalam gangguan mental. Dikarenakan banyak faktor resiko penyebab orang berselingkuh yang berkaitan dengan kondisi mental seseorang.
Perselingkuhan seperti dikatakan Adhita Dwi Pandyki, M.Psi., Psikolog dan Praktisi psikologi yang dihubungi via Whats App pada Senin (3/7), terjadi karena orang yang memiliki pasangan tidak mampu menjaga komitmen.
“Seseorang dikatakan berselingkuh jika melakukan ciuman bukan dengan pasangannya, melakukan hubungan seksual dan menjalankan hubungan emosional secara online maupun non online yang bukan pasangannya,” tutur Ditha.
Ditha juga menjelaskan ada beragam hal yang menjadi penyebab orang berselingkuh, “Untuk wanita berdasarkan hasil penelitian dari Watskin dan Bond dikarenakan adanya ketidakpuasan dalam ikatan pernikahan,” jelas Ditha.
Tak hanya itu, perselingkuhan yang dilakukan oleh wanita dikarenakan ingin mencari perhatian, lebih pengertian sehingga secara emosional lebih terpuaskan. Sedangkan bagi lelaki lebih kepada hasrat menyalurkan seksual.
“Perselingkuhan juga bisa terjadi karena adanya konflik dan ketidakpuasan dalam hubungan pernikahan, kurangnya waktu berkualitas untuk berinteraksi dan lain sebagainya,” tutur Ditha.
Untuk lelaki dan wanita biasanya perselingkuhan diawali dari nyamannya ngobrol mengenai masalah yang dia miliki entah itu karena pekerjaan kantor maupun rumah tangga.
Ditha juga mengatakan untuk mengetahui apakah orang tersebut berselingkuh atau tidak bisa diketahui kalau pasangan sering berbohong, dan acuh terhadap pasangannya.
Perselingkuhan ini menurut Ditha bisa saja tidak terjadi jika kedua pasangan memahami apa yang menjadi penyebabnya, setelah itu cari tahu apa yang dibutuhkan dan saling memenuhi kebutuhan atau biasa disebut bahasa cinta.
Mengenai rasa bosan dan ketidakpuasan harus dicegah caranya untuk tidak membuka diri kepada seseorang yang bukan pasangan serta menerima apa saja kelebihan kekurangan pasangan serta menjaga pandangan dan komitmen.
