Penulis : Dimas A Putra | Editor : Lina FÂ | Foto : Kemenpora
Jakarta, GPriority.co.id -Special Olympics Indonesia (SOIna) melakukan audiensi ke Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga di Jakarta pada Senin (18/9).
Dalam audiensi tersebut, pihak SOIna bertemu dengan Menpora Dito Ariotedjo yang membahas perihal rencana Indonesia menjadi tuan rumah konferensi regional Spesial Olympics Asia-Pasifik.
“Kami memohon kepada Pak Menteri untuk memberikan sambutan selamat datang, menyelenggarakan ramah tamah sambil menjamu mereka dengan kebudayaan-kebudayaan kita,” kata Ketua PP SOIna Warsito Ellwein dikutip laman kemenpora, Senin (18/9).
Selain agenda konferensi tersebut, SOIna juga menyampaikan rencana untuk ikut bidding menjadi tuan rumah Special Olympics World Games (SOWG) 2027.
Dalam persiapan bidding tersebut, SOIna bermaksud mendiskusikan teknisnya dengan Menpora.
“Nanti kami ke Special Olympics internasional, untuk memastikan hak dan kewajiban kita apa sebagai penyelenggara, sebagai tuan rumah. Kemudian yang perlu dipersiapkan, fasilitasnya apa-apa saja,” ujar Warsito.
Menurut Warsito, keberhasilan menyelenggarakan Special Olympics World Games itu akan menjadi ukuran indonesia untuk bidding tuan rumah Olimpiade tahun 2036.
Selain itu bila keinginan menjadi tuan rumah itu terwujud, akan ada sekira 200-an negara yang akan datang ke Indonesia.
“Artinya Indonesia akan dikenal. Kemudian banyak hal yang bisa kita tawarkan. Kerja sama ekonomi, turisme, segala macam,” ujarnya.
Sementara itu, Menpora Dito sendiri menyambut baik dan optimistis perihal rencana SOIna tersebut. Kemenpora dalam hal ini mendukung agenda SOIna dalam berkontribusi pada dunia olahraga Indonesia. Apalagi anak-anak bertalenta khusus Indonesia telah banyak berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia.
“Para atlet SOIna memiliki talenta khusus, semangat juang yang sangat tinggi. Sehingga mereka bisa menjadi inspirasi masyarakat Indonesia termasuk diri saya sendiri,” tutur Dito.
Diketahui, regional conference Special Olympics Asia-Pasifik rencana akan berlangsung padaawal November dan akan ada 34 negara datang ke Indonesia untuk berkonferensi.
