Kementerian PANRB: Transformasi Layanan Aparatur Negara Dapat Mudahkan ASN

Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengungkapkan jika transformasi digital yang sedang dilakukan oleh pemerintah mampu memudahkan ASN.

Hal ini disampaikan Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Kementerian PANRB Nanik Murwati saat rapat percepatan pengembangan Portal Administrasi Pemerintahan di bidang Layanan Aparatur Negara, Senin (29/1).

“Melalui layanan digital bagi ASN ini, maka 4,2 juta ASN yang ada dapat dengan mudah mengakses layanan dasar kepegawaian melalui Portal Aparatur Negara dengan sekali masuk,” kata Nanik dalam rilis resminya.

Diketahui, layanan aparatur negara menjadi salah satu prioritas dalam transformasi digital. Jelang peluncuran government technology (GovTech), dilakukan berbagai upaya akselerasi agar transformasi digital, salah satunya dalam layanan bagi aparatur sipil negara (ASN).

Nanik mengatakan bahwa diskusi tersebut bukan hanya mengambil langkah-langkah akselerasi transformasi digital layanan ASN. Hal lain yang turut dibahas adalah mitigasi atas kendala yang mungkin dihadapi.

“Untuk mengatasi kendala dan tantangan yang mungkin terjadi dalam proses transformasi digital layanan ASN, kami juga memitigasi untuk melihat kemungkinan solusi yang bisa diambil, sehingga target peluncuran layanan digital ASN ini bisa berjalan dengan baik,” ungkap Nanik.

Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas mengatakan jika progres penyempurnaan layanan aparatur negara terus dilakukan untuk mengambil langkah percepatan serta solusi dalam penyelesaian transformasi digital pada bidang ini.

Dia menegaskan bahwa prinsip transformasi digital pemerintahan adalah keterpaduan layanan, termasuk kemudahan layanan bagi ASN di seluruh Indonesia.

“Berbagai layanan dasar bagi ASN yang diampu oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Lembaga Administrasi Negara (LAN) nantinya akan mudah diakses melalui Portal Administrasi Pemerintahan,” tutur Anas.

Disamping itu, diskusi ini juga membahas mengenai keterpaduan dari Portal Administrasi Pemerintahan. Manajer Tony Blair Institute Pandu Kartika Putra menyontohkan bagaimana nantinya Layanan Aparatur Negara dapat terintegrasi dengan layanan digital lainnya, seperti Digital ID.

Transformasi digital yang sedang dilakukan pemerintah saat ini adalah benar-benar mendorong transformasi yang mengedepankan keterpaduan. Sehingga tidak lagi masing-masing instansi berjalan sendiri untuk transformasi digital tanpa adanya keterpaduan layanan dengan layanan yang lainnya.

“GovTech yang akan diluncurkan dalam waktu dekat ini akan memperlihatkan kepada masyarakat serta ASN sebagai penerima layanan bahwa ini adalah transformasi digital yang saling terintegrasi, bukan hanya sekadar peluncuran saja maupun aplikasi baru,” ucap Pandu.

Untuk diketahui, sembilan layanan prioritas pada transformasi digital pemerintahan adalah layanan kesehatan, layanan pendidikan, bantuan sosial, identitas digital berbasis data kependudukan, layanan Satu Data Indonesia, transaksi keuangan, integrasi portal service, layanan aparatur negara, hingga SIM online. GovTech nantinya akan dioperasionalkan oleh Perum Peruri, dengan tata kelola layanan tetap dikelola oleh masing-masing instansi pemilik layanan.

Adapun pembahasan transformasi digital dalam layanan aparatur negara dilakukan bersama BKN, Perum Peruri, Tim Tony Blair Institute, Telkom Indonesia, dan Kementerian Kesehatan.

Foto: Humas PANRB