Kendari, GPriority.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Drs. H. Asrun Lio, M. Hum., Ph.D, meminta Bulog segera mengirimkan data stok beras. Dia tak ingin terjadi kepanikan masyarakat akibat harga beras yang meroket.
“Kita tidak hanya bisa mengatakan bahwa ketersediaan beras kita cukup sampai akhir tahun, sehingga perlu kita mengantisipasi harga ini dalam waktu dekat dan menghadapi ramadhan yang tinggal 13 hari lagi dari sekarang jangan sampai ada kepanikan di masyarakat,” kata Asrun Lio dalam keterangan resminya dikutip, Rabu (28/2).
Sebelumnya, Pemerintah menyampaikan terjadi kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) minggu keempat bulan Februari 2024. Berdasarkan data SP2KP pencatatan 19-23 Februari 2024.
“Perkembangan Harga Beras minggu keempat Februari secara nasional naik 5.44%, harga rata-rata di minggu keempat Rp.15.387, jumlah Kab/Kota yang alami keenaikan 266, meningkat dari minggu sebelumnya 179 Kab/Kota. Secara Umum peningkatan harga beras pada kualitas medium dan premium,” Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Pudji Ismartini dalam Rakor Inflasi Kemendagri, Senin (26/2).
Sementara itu, Pudji menambahkan perkembangan Harga Cabai Merah minggu keempat Februari secara nasional naik 7.63 persen, harga rata-rata di minggu keempat Rp.57.521, jumlah Kab/Kota yang alami keenaikan 241, meningkat dari minggu sebelumnya 230 Kab/Kota. Disparitas harga cabai merah di minggu keempat ini cukup besar, 44 persen wilayah di Indonesia memiliki harga yang lebih tinggi dari rata-rata nasional.
“Adapun komoditas yang mempengaruhi perubahan IPH yakni cabai merah, minyak goreng, telur ayam ras, beras, daging ayam ras dan gula pasir mengalami kenaikan harga di sejumlah Kab/Kota,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Sekda Asrun Lio berharap agar segera melakukan intervensi berdasarkan data-data kita yang ada dari Bulog.
“Terkait dengan rakor mingguan kita, ada 2 Kota dan 2 Kab yang menjadi sampel dari perkembangan harga ini dan nantinya kita akan fokus pada daerah tersebut akan tetapi tidak menyampingkan daerah-daerah lain yang juga ada kenaikan harga dari bahan pokok,” tuturnya.
Foto: Diskominfo Sultra
