Jakarta, GPriority.co.id – Isu pembatasan senjata menjadi polemik hangat dalam Pilpres Amerika. Presiden Joe Biden yang kembali mencalonkan diri sangat mendukung pembatasan senjata serbu di kalangan masyarakat sipil. Sebaliknya mantan Presiden Donald Trump, Capres dari Partai Republik sangat menentang pembatasan itu. Setelah peristiwa penembakan terhadap Trump dalam kampanyenya, banyak pihak menunggu bagaimana sikapnya kini terhadap pembatasan senjata.
Dalam kampanyenya pada Minggu (14/7) waktu setempat, Capres AS Donald Trump harus merelakan salah satu telinganya tertindik peluru. Beruntung, Trump saat itu tengah menolehkan kepalanya. Akibatnya hanya telinga yang tertembus peluru kaliber 5,56mm dari senjata serbu AR-556. Amalite 556 sejatinya senjata serbu bukan khusus senjata penembak runduk (sniper). Penembak trump menambahkan teleskop atau teropong untuk membidiknya. Senapan serbu merk Armalite selama ini menjadi favorit bagi masyarakat sipil Amerika Serikat. Senjata ini bisa dimodifikasi untuk berburu sekaligus melindungi diri. Sayang, kebebasan memiliki senjata di Paman Sam sering disalahgunakan dengan menembaki masyarakat sipil khususnya kerap terjadi di sekolah-sekolah hingga Mal.
Menurut lembaga riset Pew Research Center, sekitar sepertiga warga Amerika memiliki senjata.Dalam beberapa kali kesempatan kampanye, Capres Joe Biden Joe Biden menginginkan larangan senjata serbu.
Kepada aktivis pengendalian senjata di Washington pada Selasa (11/6), Biden mengungkapkan memerlukan bantuan mereka untuk memperkuat undang-undang pengendalian senjata api.
Sebaliknya Capres Donald Trump dalam setiap kampanyenya berjanji akan membatalkan semua pembatasan penggunaan senjata yang diterapkan oleh Presiden Joe Biden.
“Setiap serangan Biden terhadap pemilik dan produsen senjata akan dihentikan pada minggu pertama saya kembali menjabat, mungkin hari pertama saya,” ucapnya ketika itu.
Trump juga menyampaikan selama masa kepemimpinanya sebagai Presiden Amerika tidak terjadi apa-apa terhadap dirinya serta adanya tekanan besar. National Rifle Association (NRA) sendiri sangat mendukung langkah Trump ini. Mereka berdiri di belakang Trump dalam Pemilu sebelumnya termasuk kali ini. Banyak pihak menunggu apakah sikap Trump akan berubah setelah telinganya ditindik peluru.
Foto: wikipedia
