Jakarta, GPriority.co.id – Salak Bali merupakan salah satu buah asli Indonesia yang sudah diekspor ke 29 negara di dunia. Bahkan nilai ekspor buah salak juga mengalami kenaikan hingga 4,24% di tahun 2024 ini. Awalnya, ekspor buah salak hanya 758.565 ton. Namun saat ini angkanya telah mencapai 790.888 ton.
Hal ini dikarenakan kepercayaan pasar atas mutu dan kualitas salak lokal semakin membaik.
Belum lama ini, Kementerian Pertanian mengumumkan bahwa FAO (Food and Agriculture Organization) sudah menetapkan sistem budi daya salak bali sebagai warisan pertanian dunia.
Penetapan ini dilakukan oleh Globally Important Agricultural Heritage System (GIAHS), dalam sebuah pertemuan yang dilakukan pada 19 September 2024 lalu.
Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian, Moch Arief Cahyono, menjelaskan bahwa salak bali memiliki peran penting dalam pertanian global.
Sistem tanamnya mencerminkan keberagaman hayati serta praktik pertanian yang berkelanjutan.
Selain itu, lanskap pertanaman salak bali juga dinilai menakjubkan serta memiliki nilai-nilai kebudayaan dan praktik-praktik ketahanan pangan.
Sistem tersebut memiliki arti yang penting pada kelestarian dan mata pencaharian.
Setiap bagian dari pohon salak bali juga kerap dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai keperluan. Sehingga menjadikan tanaman tersebut sebagai tanaman tanpa limbah.
Perlu diketahui, dibandingkan jenis salak yang sering ditemui, seperti salak pondoh, salak bali terasa lebih renyah, lebih manis, tebal, dan berair.
Ciri Khas Salak Bali
Ciri khas salak bali juga bisa dilihat dari bentuknya yang nyaris bulat sempurna dan daging buah yang berwarna putih pucat, berbeda dari salak pondoh yang berbentuk lonjong dan berwarna kekuningan.
Salak bali juga dilengkapi dengan kandungan senyawa antioksidan, seperti karotenoid, flavonoid, kalsium, serat, fosfor, dan polifenol, yang baik bagi kesehatan tubuh, seperti dilansir dari AloDokter.
Beragam manfaat yang bisa dirasakan dari rutin mengonsumsi salak bali, diantaranya seperti menambah energi, mencegah sembelit dan perut kembung, menjaga kesehatan mata, hingga meningkatkan daya ingat.
Foto : Istimewa
