Festival Adat Budaya Nusantara Akan Digelar di Sulsel

Makassar, Gpriority.co.id – Festival adat budaya Nusantara bakal digelar di Sulawesi selatan pada September hingga Oktober 2026 akan datang. Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Wagub Sulsel) Fatmawati Rusdi, menyatakan dukungannya terhadap rencana penyelenggaraan Festival Adat Budaya Nusantara (FABN) 2026 di Sulawesi Selatan.

Dukungan tersebut disampaikan saat menerima audiensi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Masyarakat Adat Nusantara (MATRA) di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulsel, Makassar, Rabu (17/6).

Audiensi tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus pembahasan rencana pelaksanaan Festival Adat Budaya Nusantara yang akan dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke -10 MATRA.

Pertemuan dihadiri Ketua Dewan Pendiri MATRA Sri Paduka Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangku Alam II, Ketua Umum DPP MATRA KPH Andi Bau Malik Barammamase Karaenta Tukkajannangang Satrio Sasmita serta Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan.

Dalam pertemuan, Fatmawati mengapresiasi konsistensi MATRA dalam menjaga dan melestarikan adat serta budaya Nusantara. Menurutnya, nilai-nilai budaya merupakan identitas bangsa yang harus terus dirawat dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Ia menyambut baik rencana Sulawesi Selatan menjadi lokasi penyelenggaraan festival yang diproyeksikan menghadirkan ribuan peserta, termasuk raja, sultan, pemangku adat, budayawan, akademisi, seniman, serta perwakilan masyarakat adat dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kami sangat mengapresiasi karena MATRA tetap konsisten menjaga dan melestarikan adat serta budaya. Ini adalah warisan yang harus kita pelihara bersama. Tentu kami bangga apabila Sulawesi Selatan dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan berskala Nasional ini,” terang Fatmawati Rusdi.

Menurut Fatmawati, kehadiran para tokoh adat dari berbagai daerah akan menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Sulawesi Selatan lebih luas, sekaligus memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.

Sulawesi Selatan dikenal memiliki warisan sejarah kerajaan dan budaya yang kuat, serta berbagai komunitas adat yang masih menjaga tradisi dan kearifan lokalnya hingga kini. Karena itu, rencana penyelenggaraan festival Nasional dinilai sejalan dengan upaya memperkuat posisi Sulsel sebagai salah satu pusat kebudayaan di Indonesia Timur.

Mantan Wakil Walikota Makassar ini, juga mengusulkan pelaksanaan festival tidak bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung lebih optimal. Usulan tersebut mendapat respons positif dari pengurus MATRA yang kemudian menyepakati rentang waktu pelaksanaan pada September hingga Oktober 2026.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan kesiapan berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Makassar dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan, mulai dari penyambutan tamu, publikasi, hingga fasilitasi sejumlah agenda pendukung.

Jika terealisasi, kegiatan ini berpotensi menjadi salah satu agenda budaya berskala Nasional terbesar yang pernah digelar di Sulawesi Selatan dengan melibatkan unsur kerajaan, keraton, kesultanan, kedatuan, lembaga adat, budayawan, seniman, serta komunitas budaya dari berbagai wilayah Nusantara.

Ketua Umum DPP MATRA, KPH Andi Bau Malik Barammamase Karaenta Tukkajannangang Satrio Sasmita, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terhadap rencana penyelenggaraan festival tersebut.

Ia menjelaskan, audiensi untuk melaporkan rencana pelaksanaan HUT ke-10 MATRA yang akan dirangkaikan dengan Festival Adat Budaya Nusantara.

“Kami bersyukur mendapat respons yang sangat positif dari Ibu Wakil Gubernur. Beliau memberikan banyak masukan agar pelaksanaan kegiatan lebih optimal dan berdampak luas bagi daerah,” katanya.

Menurut Andi Bau Malik, Sulawesi Selatan memiliki kekayaan adat dan budaya yang layak diperkenalkan kepada Dunia. Ia berharap pelaksanaan festival nantinya dapat memperkuat jejaring antarlembaga adat, memperluas promosi budaya daerah, serta mendorong tumbuhnya kunjungan wisata berbasis budaya di Sulawesi Selatan.

MATRA merupakan organisasi adat dan budaya yang menghimpun kerajaan, keraton, kesultanan, kedatuan, lembaga adat, akademisi, budayawan, seniman, serta anggota dari berbagai daerah di Indonesia.

Organisasi ini secara konsisten menyelenggarakan Festival Adat Budaya Nusantara di berbagai provinsi sebagai upaya memperkuat pelestarian budaya sekaligus mempererat persatuan bangsa melalui keberagaman adat istiadat yang menjadi kekayaan Indonesia.

Reportase : Agustin Effendy

Foto : Istimewa