Dukung Mahasiswa Jadi Pro-Player, UI Masukkan E-Sport ke Kurikulumnya

Jakarta, GPriority.co.id – Dewasa ini, game ternyata bukan lagi dipandang sebagai hobi semata. Sejak resmi dimasukkan sebagai salah satu cabang olahraga oleh Kemenpora, kini semakin banyak anak muda yang mulai serius menjadi gamer. Untuk mendukung mahasiswa menjadi Pro-Player, E-sport dimasukkan dalam kurikulum UI.

Saat ini gamer bahkan dinilai sebagai salah satu peluang karier yang menjanjikan.

Terlebih, semakin banyak event prestisius yang digelar setiap tahunnya.

Melihat potensi yang besar tersebut, Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI), lewat Program Studi (Prodi) Produksi Media, mengambil langkah inovatif.

UI dilaporkan akan memasukkan E-Sport sebagai salah satu peminatan dalam kurikulumnya.

Nantinya, UI bakal berkolaborasi dengan EVOS Esport yang berbasis di Jakarta.

EVOS sendiri dikenal sebagai salah satu klub esport dengan prestasi internasional yang membanggakan.

Lewat kolaborasi tersebut, mahasiswa tidak hanya akan belajar soal teori semata. Namun juga dapat merasakan pengalaman langsung bersama para profesional di bidangnya.

“Kami menyadari bahwa saat ini game berpotensi menjadi media baru yang dapat dikembangkan menjadi industri yang komersial dan menjanjikan. Untuk itu, kami mulai mengembangkan kurikulum berbasis media-media baru yang perlu mulai dikenalkan kepada masyarakat. Salah satunya adalah game,” ujar Rangga Wiwesa, M.I.Kom., CICS, MIPR, dosen sekaligus Ketua Program Studi Produksi Media Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, seperti dilansir dari laman UI.

Hal ini menjadi kabar gembira dan peluang yang menjanjikan untuk para gamers di UI.

Pro-Player untuk mendukung industri games

Indonesia saat ini menjadi pasar prospektif bagi industri game. Pada 2021, lembaga riset Statista mencatat Indonesia masuk peringkat ke-16 pasar game dunia atau keempat di Asia Pasifik dengan nilai 1,68 miliar USD atau lebih dari 25 triliun rupiah. 

Selain mata kuliah game, prodi Produksi Media juga membekali mahasiswa dengan sejumlah mata kuliah seperti produksi komik, e-sports, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), fotografi digital, livestream, konten musik, film, desain, serta mata kuliah lainnya.

“Upaya ini diharapkan agar lulusan Produksi Media dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri, terutama industri digital ke depan,“ pungkas Rangga, yang juga merupakan anggota Asosiasi Game Indonesia (AGI), sebuah organisasi yang bertujuan mempercepat pertumbuhan industri video game di Indonesia.

Foto : Ilustrasi/Getty Images