Josepha Alexandra Siswi Berani yang Jawab Benar Namun Dianggap Salah Dapat Beasiswa ke China

Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda menghubungi Josepha Alexandra. Foto: Tangkapan layar Instagram/bang.rifqi.mrk Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda menghubungi Josepha Alexandra. Foto: Tangkapan layar Instagram/bang.rifqi.mrk

Jakarta, GPriority.co.id – Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda merespon terkait video viral yang melibatkan siswi SMAN 1 Pontianak Josepha Alexandra saat mengikuti Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Dalam responnya, Rifqinizamy secara langsung menghubungi Josepha Alexandra untuk menyampaikan sejumlah hal salah satunya menyampaikan permohonan maaf.

Sebelumnya, nama Josepha menjadi sorotan publik setelah jawabannya dalam perlombaan dinilai salah oleh juri, meski banyak warganet menilai jawaban tersebut sebenarnya benar.

Dalam kompetisi tersebut, Josepha dianggap tidak memberikan jawaban lengkap dan artikulasinya dinilai kurang jelas. Padahal, siswi kelas 11 itu sempat membela jawabannya di hadapan juri. Namun keputusan tetap tidak berubah dan pembelaannya tak mendapat perhatian lebih lanjut dari pembawa acara.

Melalui sambungan video call yang diunggah akun Instagram @bang.rifqi.mrk pada Selasa (12/5), Rifqinizamy menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Josepha.

“Saya minta maaf ya Josepha ya, kalau ada kesalahan dalam proses lomba cerdas cermat kemarin di tingkat final provinsi Kalimantan Barat. Nanti secara institusi MPR akan memberikan klarifikasi dan permohonan maaf,” kata Rifqi.

Politikus Partai NasDem dari daerah pemilihan Kalimantan Selatan itu mengaku memiliki kedekatan emosional karena dirinya juga merupakan alumni SMAN 1 Pontianak.

Ia pun mengaku merasa terpanggil untuk memberikan dukungan kepada Josepha atas kejadian yang dialaminya.

Tak hanya menyampaikan permintaan maaf, Rifqi juga menawarkan beasiswa kuliah gratis ke China kepada Josepha.

“Kalau Josepha berkenan, abang mau kasih beasiswa kuliah gratis ke China, nanti tolong kasih tahu orang tua kalau mau,” ujarnya.

Selain itu, Rifqi juga menjanjikan dukungan pekerjaan bagi Josepha setelah menyelesaikan pendidikan di luar negeri.

“Dan nanti akan ada pemberian pekerjaan langsung dari berbagai perusahaan multinasional untuk Josepha kalau sudah lulus dari China,” ungkap dia.

Rifqi berharap dapat segera bertemu langsung dengan Josepha, baik di Jakarta maupun saat dirinya berkunjung ke Pontianak.

Lomba Cerdas-Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat menjadi sorotan publik setelah video penilaian dewan juri viral di media sosial.

Dalam tayangan tersebut, jawaban yang dinilai sama justru mendapat keputusan berbeda dari juri.

Peristiwa itu terjadi saat sesi rebutan dalam perlombaan yang digelar di Pontianak. Pertanyaan yang diajukan kepada peserta berbunyi, “DPR dalam memilih anggota BPK, wajib memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?”

Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjadi tim pertama yang mendapat kesempatan menjawab setelah lebih cepat menekan tombol.

Salah satu siswi perwakilan Regu C kemudian menjawab, “Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden.”

Namun, dewan juri justru memberikan pengurangan nilai sebesar minus lima dan menyatakan jawaban tersebut tidak tepat. Pertanyaan kemudian dilempar kembali kepada peserta lain.

Kesempatan berikutnya didapat Regu B dari SMAN 1 Sambas. Perwakilan tim itu memberikan jawaban dengan redaksi yang dinilai sama.